Kutim – Seperti bara yang terus dijaga agar tidak padam, semangat konsolidasi terus dikobarkan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Kutai Timur untuk memperkuat organisasi dan memperluas jangkauan perjuangan. Melalui forum konsolidasi yang digelar, organisasi tersebut menegaskan komitmennya membangun kekuatan kader hingga tingkat kecamatan demi memperkuat keberpihakan kepada masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (19/6/2026) itu mengusung tema “Konsolidasi Organisasi untuk Mewujudkan Gerakan Pemuda yang Progresif dan Militan”. Agenda tersebut menjadi sarana menyatukan persepsi, mempererat hubungan antaranggota, sekaligus mempertegas arah perjuangan organisasi yang berlandaskan nilai-nilai Marhaenisme. Selain itu, konsolidasi dilakukan untuk memperkuat sistem organisasi agar lebih terstruktur dan mampu menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Kutai Timur.
Ketua DPC GPM Kutai Timur, Dimas Irawan, menyampaikan bahwa penguatan organisasi merupakan bagian penting dalam membentuk kader yang memiliki kesadaran ideologis dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas perjuangan. Menurutnya, organisasi harus mampu hadir secara nyata di tengah masyarakat serta menjadi wadah pengabdian bagi generasi muda.
“Kita ingin memastikan GPM hadir sebagai organisasi yang kuat secara ideologi, solid dalam gerakan, dan nyata dalam pengabdian kepada masyarakat. Konsolidasi ini menjadi fondasi untuk memperbesar kekuatan organisasi hingga ke tingkat kecamatan,” ujar Dimas Irawan.
Dalam pertemuan tersebut, DPC GPM Kutai Timur turut menetapkan sasaran besar berupa pembentukan Pimpinan Anak Cabang (PAC) di seluruh 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Kutai Timur. Langkah itu ditempuh untuk memperluas basis organisasi sekaligus memperkuat peran kader dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat di tingkat bawah.
“Target kami jelas, dalam periode kepengurusan ini GPM Kutai Timur harus mampu membentuk dan mengaktifkan PAC di 18 kecamatan. Dengan struktur organisasi yang kuat hingga ke bawah, gerakan perjuangan akan semakin terorganisir dan mampu menjawab berbagai persoalan masyarakat secara nyata,” lanjutnya.
Menurut Dimas, keberadaan kepengurusan hingga tingkat kecamatan akan memudahkan organisasi menjalankan program kaderisasi serta meningkatkan efektivitas gerakan sosial. Dengan struktur yang lebih lengkap, aspirasi masyarakat di berbagai wilayah juga dapat terserap secara lebih maksimal.
Penguatan organisasi di tingkat kecamatan dinilai sebagai bagian penting dalam melahirkan kader-kader muda yang progresif, memiliki militansi tinggi, serta berkomitmen terhadap cita-cita keadilan sosial yang diperjuangkan Bung Karno. GPM Kutai Timur berharap kader yang lahir dari proses tersebut mampu menjadi motor penggerak perubahan di tengah masyarakat.
Melalui forum konsolidasi tersebut, seluruh kader menyatakan tekad untuk menjaga kekompakan dan memperkuat organisasi. Semangat “Satu Komando, Satu Perjuangan, Satu Tujuan” menjadi landasan dalam menjalankan berbagai program yang berpihak kepada rakyat.
Dengan target terbentuknya kepengurusan di seluruh kecamatan, GPM Kutai Timur optimistis organisasi akan semakin kokoh dan mampu memainkan peran strategis dalam pembinaan generasi muda serta penguatan gerakan sosial di daerah.
