Samarinda – Forum Pelatih dan Atlet Kalimantan Timur (Kaltim) menyampaikan pandangannya terhadap masa depan pembinaan olahraga prestasi di daerah, khususnya jelang agenda besar seperti Babak Kualifikasi (BK) PON 2027 dan Sukan Borneo. Dalam pernyataannya, Ketua Forum, Romiansyah, menegaskan pentingnya sinergi antara para pelatih, atlet, dan pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Gubernur Kaltim.
Menurut Romiansyah, olahraga adalah salah satu bentuk nyata ekspresi semangat, disiplin, dan simbol kemajuan daerah. “Dalam olahraga prestasi, proses dan hasil berjalan beriringan. Hasil juara adalah buah dari proses pembinaan yang terukur dan terarah,” ujarnya di Samarinda, Minggu (10/11/2025).
Ia menilai bahwa Pekan Olahraga Nasional (PON) masih menjadi tolok ukur utama prestasi olahraga Indonesia. Sejak PON pertama digelar pada 1948, Kaltim termasuk provinsi luar Pulau Jawa yang konsisten berpartisipasi dan pernah menorehkan sejarah emas saat menjadi tuan rumah pada 2008 dengan menembus tiga besar nasional.
Namun, menurutnya, tantangan olahraga Kaltim ke depan semakin berat seiring dengan meningkatnya kompetisi antarprovinsi dan perubahan sistem multi-tuan rumah PON sejak 2024. “Dulu Kaltim berada di lima besar nasional, sekarang persaingan makin ketat. Karena itu dibutuhkan kepemimpinan KONI yang cerdas, efisien, dan sejalan dengan visi besar Pak Gubernur,” jelasnya.
Empat Figur Potensial dan Kriteria Pemimpin Ideal
Romiansyah yang akrab disapa Romi menilai, tantangan besar dalam dunia olahraga Kaltim perlu dijawab dengan menghadirkan sosok pemimpin KONI yang visioner dan mampu bekerja secara modern serta transparan. Menurutnya, ada beberapa nama potensial yang dapat menjadi figur pemersatu dan penggerak pembinaan olahraga ke depan.
“Dari pengamatan kami di Forum Pelatih dan Atlet Kaltim, setidaknya ada empat figur yang kami nilai memiliki kemampuan manajerial dan kepedulian tinggi terhadap olahraga,” ujarnya.
Empat figur tersebut antara lain:
- Nidya Listiyono, SE., ME., Ketua Pengprov Perbasasi Kaltim;
- Sutomo Jabir, Ketua Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kaltim;
- Jawad Sirajuddin, Ketua Pengprov Persatuan Binaraga dan Fitness Indonesia Kaltim;
- Rusman Yaqub, Ketua Umum Pengprov Persatuan Boling Indonesia Kaltim.
Keempatnya, lanjut Romiansyah, merupakan tokoh muda yang sama-sama berdomisili di Samarinda dan aktif di dunia olahraga. Selain itu, mereka juga memiliki pengalaman sebagai mantan anggota legislatif, sehingga memahami aspek manajemen dan tata kelola yang dibutuhkan dalam membangun komunikasi dengan pemerintah daerah maupun DPRD.
“Mereka semua berpengalaman, punya jaringan, dan tahu bagaimana menggerakkan organisasi secara efektif. Hal-hal seperti ini penting agar arah pembinaan olahraga Kaltim bisa berjalan sinkron dengan kebijakan daerah,” jelasnya.
Sinergi dengan Pemerintah Provinsi Kunci Keberhasilan
Dalam kesempatan itu, Romiansyah menegaskan bahwa keberhasilan olahraga prestasi tidak bisa dilepaskan dari kolaborasi yang kuat antara KONI, pelatih, atlet, dan pemerintah daerah. Ia menilai Gubernur Kaltim telah memberikan arah yang jelas dengan target menembus tiga besar nasional dan menjadikan Kaltim sebagai tuan rumah sejumlah event olahraga nasional maupun internasional.
“Pak Gubernur punya visi agar venue-venue olahraga di Kaltim tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga aktif digunakan untuk ajang nasional dan internasional. Ini langkah luar biasa karena bisa menggerakkan ekonomi sekaligus meningkatkan prestasi atlet,” tutur Romiansyah.
Ia menambahkan, pembinaan olahraga tidak hanya berbicara soal anggaran, tetapi juga bagaimana manajemen organisasi bekerja dengan sistem yang efisien dan berbasis kompetensi. “Yang dibutuhkan sekarang bukan hanya semangat, tapi sistem kerja yang terarah dan transparan. Kita ingin organisasi olahraga yang solid, bukan yang sekadar seremonial,” tegasnya.
Forum Nyatakan Dukungan dan Kepatuhan pada Arah Gubernur
Sebagai bentuk komitmen, Forum Pelatih dan Atlet Kaltim menyatakan dukungannya serta kepatuhan terhadap pilihan Gubernur Kaltim dalam menentukan arah pembinaan olahraga prestasi ke depan, termasuk dalam proses regenerasi kepemimpinan KONI.
“Kami siap bersinergi dan mendukung penuh keputusan Pak Gubernur. Apa pun arah kebijakan beliau untuk kemajuan olahraga, kami akan patuh dan bekerja dalam garis itu. Karena kami percaya, dunia olahraga Kaltim akan maju jika semua bergerak dalam satu frekuensi,” ujar Romiansyah.
Ia menutup dengan harapan besar agar ke depan, olahraga Kaltim kembali menemukan momentumnya seperti masa kejayaan PON 2008. “Kami rindu dunia olahraga Kaltim bergerak sinkron, berprestasi, dan menjadi kebanggaan daerah. Semua itu bisa terwujud bila sinergi antara pemerintah, KONI, dan insan olahraga terus dijaga.”
