Bondowoso – Di tengah hiruk-pikuk aktivitas sekolah, kehadiran makanan bergizi ibarat “bahan bakar” yang menjaga semangat belajar tetap menyala. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Sukosari kini berjalan lancar dan konsisten menjangkau ribuan siswa setiap hari.
Program ini memastikan sebanyak 2.508 siswa dari berbagai jenjang pendidikan menerima makanan bergizi secara rutin. Distribusi dilakukan secara merata ke sejumlah sekolah di wilayah Sukosari, Kabupaten Bondowoso. Sebanyak 11 sekolah di wilayah Nogo menjadi bagian dari penerima manfaat, sementara 12 sekolah lainnya tersebar di wilayah barat Sukosari hingga Kewanyar.
Tak hanya menyasar siswa sekolah dasar dan menengah, program ini juga menjangkau pendidikan anak usia dini. Tercatat delapan lembaga PAUD turut menerima manfaat, menunjukkan komitmen dalam pemenuhan gizi sejak usia dini sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Seluruh proses berjalan sesuai alur, mulai dari pengolahan hingga pendistribusian ke sekolah-sekolah,” ujar Ari Yudo, Koordinator Distribusi SPPG Sukosari.
Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini tidak ada kendala berarti baik dari sisi teknis maupun operasional. Bahkan pada hari ini, tim SPPG tengah bersiap melakukan distribusi ke TK Alkausar yang menjadi salah satu titik penting penyaluran. Untuk wilayah tersebut, termasuk Madrasah Ibtidaiyah (MI), total penerima manfaat mencapai 668 siswa.
Meski demikian, program ini tidak lepas dari evaluasi. Beberapa waktu lalu, sempat muncul keluhan dari pihak sekolah terkait menu makanan yang dinilai kurang sesuai dengan selera siswa.
“Alhamdulillah, setelah evaluasi, kualitas menu sudah lebih baik dan bisa diterima dengan baik oleh siswa,” kata Ari.
Evaluasi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas layanan. Selain perbaikan menu, penyesuaian jam operasional juga dilakukan agar distribusi makanan dapat berlangsung tepat waktu dan dalam kondisi optimal saat diterima siswa.
Langkah responsif ini menunjukkan keseriusan pengelola program dalam menjaga mutu layanan sekaligus memastikan manfaat program benar-benar dirasakan oleh para pelajar.
Kini, seluruh kendala yang sempat muncul telah berhasil diatasi. Distribusi makanan bergizi kembali berjalan optimal tanpa hambatan, memberikan jaminan asupan gizi harian bagi ribuan siswa di Sukosari.
Program ini diharapkan terus berkelanjutan dan menjadi contoh praktik baik dalam pelayanan pemenuhan gizi di daerah, demi mendukung tumbuh kembang anak dan peningkatan kualitas pendidikan di masa depan.
