Mojokerto – Riak air Sungai Ngotok berubah menjadi panggung persaingan saat ratusan atlet dayung mengayuh harapan dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Dayung Piala Gubernur Jawa Timur 2026. Ajang ini tak hanya soal kecepatan, tetapi juga simbol semangat sportivitas dan kebangkitan ekonomi daerah.
Kejurprov resmi dibuka pada Sabtu (18/4/2026) di kawasan Taman Bahari Mojopahit, Kota Mojokerto. Sebanyak 12 kabupaten/kota ambil bagian dengan total sekitar 350 atlet yang akan memperebutkan 566 slot pertandingan. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Wali Kota Mojokerto, Rachman Sidharta Arisandi, bersama Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Timur, M Hadi Wawan Guntoro.
Suasana semakin meriah ketika para kontingen memperlihatkan kemampuan mereka dalam lomba perahu naga di Sungai Ngotok. Antusiasme peserta dan masyarakat menjadi bukti bahwa olahraga air memiliki daya tarik tersendiri di wilayah yang kaya sumber daya air ini.
Dalam sambutannya, Rachman Sidharta Arisandi atau yang akrab disapa Cak Sandi menjelaskan bahwa penyelenggaraan Kejurprov tahun ini dipadukan dengan Mojotirto Festival. Kolaborasi ini dilakukan karena keduanya memiliki keterkaitan dengan air sekaligus untuk efisiensi kegiatan daerah.
“Tahun ini Hari Air Sedunia bertepatan dengan Lebaran, sehingga kita sepakat untuk menunda. Alhamdulillah dalam waktu dekat ada pelaksanaan Kejurprov, dan karena keduanya sama-sama berkaitan dengan air, maka kita gabungkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, penggabungan agenda ini juga bertujuan menggerakkan sektor ekonomi lokal, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Selain efisiensi, kita ingin mengkapitalisasi UMKM agar mereka mendapatkan keuntungan dan kepercayaan diri dari setiap kegiatan yang kita selenggarakan. Ini menjadi tantangan bagaimana dua acara ini bisa sama-sama terasa dan saling menguatkan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Timur, M Hadi Wawan Guntoro, menegaskan pentingnya olahraga dalam pembangunan daerah. Ia menyebut tiga fokus utama, yakni meningkatkan kesehatan masyarakat, mendorong prestasi atlet, serta menciptakan dampak ekonomi melalui industri olahraga.
“Kami berharap seluruh atlet menjunjung tinggi sportivitas dan menunjukkan kemampuan terbaik. Kegiatan ini diharapkan memberi manfaat tidak hanya bagi daerah, tetapi juga bagi atlet dan keluarganya,” ujarnya.
Kejuaraan ini dijadwalkan berlangsung hingga [20 April 2026], mempertandingkan 24 nomor lomba yang terbagi dalam kategori U-15, U-18, dan Open. Ajang ini menjadi momentum penting dalam menjaring atlet potensial sekaligus memperkuat posisi Jawa Timur dalam cabang olahraga dayung di tingkat nasional.
Selain aspek olahraga, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisata dan menggairahkan perekonomian lokal. Dengan kombinasi kompetisi olahraga dan festival budaya, Kota Mojokerto kian menegaskan diri sebagai destinasi yang menggabungkan sport tourism dan kearifan lokal.
Dengan semangat kompetisi dan kolaborasi, Kejurprov Dayung Jatim 2026 menjadi lebih dari sekadar perlombaan—ia adalah simbol energi baru bagi prestasi olahraga dan pertumbuhan ekonomi daerah.
