Jakarta – “Langkah panjang selalu dimulai dari keyakinan,” begitu semangat yang tercermin dari dukungan Dewan Pengurus Pusat Ikatan Mahasiswa Olahraga Indonesia (DPP IMORI) terhadap kepemimpinan baru di tubuh pencak silat nasional. Harapan besar kini disematkan kepada Ketua Umum PB IPSI terpilih, Sugiono, untuk membawa seni bela diri warisan nusantara ini menuju panggung Olimpiade.
Ketua Umum DPP IMORI, Ainun Samidah, pada Minggu (19/4/2026) di Jakarta menyampaikan keyakinannya bahwa Sugiono memiliki kapasitas dan pengalaman yang cukup untuk mendorong pencak silat menjadi cabang olahraga resmi di Olimpiade. Menurutnya, pengalaman Sugiono yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PB IPSI menjadi modal strategis dalam menyusun langkah konkret. Selain itu, kedekatannya dengan Prabowo Subianto selama di organisasi tersebut dinilai memperkuat kesinambungan visi dan arah kebijakan.
“Bapak Sugiono memiliki pengalaman luas di dunia pencak silat. Selama mendampingi Bapak Prabowo Subianto di PB IPSI, beliau menunjukkan kapasitas kepemimpinan yang matang. Bahkan, beliau merupakan anak biologis dari Bapak Prabowo, yang mencerminkan kesinambungan visi besar dalam memajukan pencak silat,” ujar Ainun Samidah.
Ainun menjelaskan, rekam jejak tersebut menjadi dasar optimisme bahwa Sugiono telah menyiapkan peta jalan strategis untuk membawa pencak silat menembus kompetisi internasional paling prestisius tersebut. Ia menilai, jaringan yang dimiliki serta pengalaman organisasi yang panjang akan menjadi faktor kunci dalam memperkuat diplomasi olahraga Indonesia di kancah global.
Sebagai mantan atlet pencak silat binaan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Kementerian Pemuda dan Olahraga, Ainun juga menyoroti pentingnya sinergi seluruh elemen olahraga nasional. Menurutnya, pencak silat bukan sekadar olahraga, tetapi juga representasi budaya Indonesia yang sarat nilai filosofis dan identitas bangsa.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari atlet, pelatih, organisasi, hingga pemerintah, untuk memberikan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Sugiono. Dukungan kolektif tersebut dinilai akan memperbesar peluang pencak silat untuk diakui secara global dan masuk dalam agenda Olimpiade di masa depan.
Dalam konteks globalisasi olahraga, pencak silat memang terus menunjukkan perkembangan signifikan. Beberapa kejuaraan dunia dan pengakuan internasional telah diraih, namun langkah menuju Olimpiade masih membutuhkan upaya diplomasi yang kuat, konsistensi pembinaan, serta dukungan lintas sektor.
Ainun menegaskan bahwa momentum kepemimpinan baru ini harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mempercepat langkah tersebut. Ia optimistis, dengan kombinasi pengalaman, jaringan internasional, dan kesinambungan visi, pencak silat dapat segera mendapatkan tempat di ajang olahraga terbesar dunia.
“Pencak silat adalah jati diri bangsa. Sudah saatnya kita melangkah lebih jauh. Dukungan penuh kepada Ketum PB IPSI Bapak Sugiono untuk membawa pencak silat menjadi cabang olahraga Olimpiade,” pungkasnya.
Dengan optimisme yang terus menguat, harapan menjadikan pencak silat sebagai cabang olahraga Olimpiade kini bukan lagi sekadar wacana, melainkan target nyata yang tengah diperjuangkan bersama.
