Mojokerto – Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati, mengajak seluruh masyarakat Bumi Majapahit untuk memviralkan keindahan dan keunikan batik Ulur Wiji. Ajakan tersebut ia sampaikan saat berkunjung ke rumah produksi eco-fashion batik di Dusun Pandantoyo, Desa Pandankrajan, Kecamatan Kemlagi.
Bukan hanya sekadar berkunjung, Bupati Ikfina juga turut mencoba menghias kain batik dengan canting. Batik tulis karya Nasta Rofika ini menggunakan pewarna alami dari tumbuhan, memberikan sentuhan alami yang memikat dalam dunia fashion.
“Ayo, mari kita bersama-sama membesarkan, memperkenalkan, dan mencintai produk-produk lokal kita. Mari belanja dan gunakan batik Ulur Wiji Desa Pandankrajan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto,” ajak Bupati Ikfina, Senin (20/5/2024) sore.
Tidak hanya itu, kelebihan batik Ulur Wiji yang menawarkan beragam motif dengan kesan yang lebih bebas. Batik Ulur Wiji cocok tidak hanya untuk acara formal, tapi juga untuk kegiatan sehari-hari.
Menurut Bupati Ikfina, batik Ulur Wiji memiliki pangsa pasar tersendiri, terutama di kalangan milenial yang dinamis dan mengikuti tren.
“Batik Ulur Wiji ini keren dan sangat kekinian. Cocok bagi mereka yang menyukai motif-motif kontemporer dan dinamis,” ujar bupati perempuan pertama di Bumi Majapahit ini.
Batik Ulur Wiji menggunakan pewarna alami. Batik ini juga memberikan kontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Ini adalah prospek yang sangat bagus karena penggunaan pewarna alami membuatnya ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan pekerja,” tambahnya.
Keunikan dan pemilihan bahan yang tepat membuat batik Ulur Wiji sangat sesuai untuk digunakan di daerah beriklim tropis.
“Menggunakan batik Ulur Wiji ini ringan dan nyaman, sangat cocok untuk daerah tropis yang panas seperti kita,” ungkapnya.
Para milenial lokal gemar memakai batik ini. Batik Ulur Wiji juga telah merambah pasar internasional seperti Kanada, Jepang, dan Singapura. Keberhasilannya ini membuktikan bahwa batik Ulur Wiji tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya lokal, tetapi juga mendunia.
