Bontang – “Promosi jangan berhenti di panggung acara.” Gagasan itu menjadi perhatian Anggota DPRD Kota Bontang, Bonnie Sukardi, yang mendorong Pemerintah Kota Bontang memperluas publikasi berbagai event swasta dan kegiatan masyarakat melalui kalender wisata resmi hingga videotron milik daerah. Langkah tersebut dinilai dapat membuat agenda lokal lebih dikenal sekaligus menggerakkan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.
Bonnie menilai pemerintah daerah memiliki ruang besar untuk membantu promosi event yang digelar pihak swasta maupun komunitas lokal. Salah satu caranya dengan memasukkan kegiatan tersebut ke dalam kalender agenda tahunan pemerintah, kemudian mempublikasikannya secara konsisten melalui fasilitas informasi publik. Pemanfaatan videotron yang tersebar di sejumlah titik dinilai menjadi salah satu sarana efektif untuk menjangkau masyarakat secara luas.
“Harapannya event seperti Lemper Fair bisa dimasukkan ke dalam kalender agenda tahunan pemerintah. Kalender kegiatan ini sebaiknya ditampilkan secara berkala di tempat-tempat umum, bahkan di videotron milik daerah,” ujar Bonnie beberapa waktu lalu.
Menurut Bonnie, keberadaan kalender kegiatan yang terintegrasi akan memudahkan masyarakat maupun wisatawan mengetahui agenda yang berlangsung di Kota Bontang. Publikasi yang dilakukan jauh sebelum hari pelaksanaan juga berpotensi memberi waktu lebih panjang bagi masyarakat untuk merencanakan kunjungan sekaligus meningkatkan peluang terjadinya perputaran ekonomi di sekitar lokasi kegiatan.
Ia memandang promosi melalui media luar ruang saja belum cukup. Pemerintah kota dinilai perlu membangun pola komunikasi yang lebih terpadu dengan memanfaatkan berbagai platform digital. Media elektronik, media sosial, laman resmi pemerintah, hingga pemberitaan berbentuk advertorial bisa digunakan bersama-sama untuk memperluas jangkauan informasi mengenai kegiatan yang berlangsung di Kota Taman.
Strategi promosi tersebut dinilai penting karena karakter masyarakat dalam mengakses informasi terus berkembang. Sebagian warga mendapatkan informasi dari media sosial, sementara kelompok lainnya masih mengandalkan portal berita, website resmi, media elektronik, maupun sarana informasi di ruang publik. Karena itu, pemanfaatan banyak kanal sekaligus dianggap dapat membuat publikasi kegiatan menjadi lebih tepat sasaran.
“Kalau perlu maksimalkan media-media elektronik dan media sosial, termasuk website dan pemberitaan advertorial dengan OPD terkait. Kalau memang diperlukan, kontrak kerja sama di OPD terkait di media media lokal itu bisa dilakukan,” tegasnya.
Bonnie juga menyambut terbuka kemungkinan pemerintah daerah membangun skema kerja sama publikasi melalui organisasi perangkat daerah terkait. Menurutnya, kolaborasi dengan media lokal dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat penyebaran informasi mengenai kegiatan pariwisata, ekonomi kreatif, olahraga, maupun agenda masyarakat lainnya.
Dorongan tersebut tidak hanya diarahkan kepada penyelenggara event pariwisata swasta. Bonnie berharap kalender kegiatan Kota Bontang nantinya dapat menampung agenda yang lebih luas, termasuk aktivitas masyarakat serta program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang memiliki daya tarik publik.
Salah satu contoh yang disorot ialah turnamen bola voli putri antar-kelurahan yang mendapat dukungan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim). Tingginya keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa agenda olahraga maupun kegiatan berbasis komunitas memiliki potensi besar untuk menarik kunjungan warga dan menciptakan keramaian ekonomi.
Menurutnya, jika berbagai event tersebut dipublikasikan melalui satu sistem informasi yang terencana, masyarakat akan lebih mudah melihat rangkaian agenda Kota Bontang sepanjang tahun. Pola seperti ini juga memungkinkan pelaku usaha mikro, pedagang, pelaku ekonomi kreatif, serta sektor jasa untuk mempersiapkan diri memanfaatkan momentum keramaian yang tercipta.
Integrasi kalender wisata juga berpotensi memperkuat citra Bontang sebagai kota yang memiliki beragam kegiatan sepanjang tahun. Event lokal yang sebelumnya hanya dikenal oleh kelompok tertentu bisa memperoleh eksposur lebih luas ketika dipromosikan melalui kanal resmi pemerintah dan jejaring media.
Dengan pemanfaatan videotron, media digital, website, hingga kerja sama publikasi bersama media lokal, Bonnie berharap promosi kegiatan di Bontang dapat dilakukan secara lebih masif dan terstruktur. Sinergi antara pemerintah, swasta, perusahaan, komunitas, serta media diyakini dapat membuat setiap agenda tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga memberi dampak nyata terhadap pariwisata dan perekonomian masyarakat Kota Bontang. (ADV).
