Malang – Mahasiswa Pengabdian Kepada Masyarakat Bahari (PKM Bahari) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) mengembangkan potensi perikanan ikan lele di Desa Pakiskembar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.
Program tersebut dilakukan melalui sejumlah kegiatan, mulai dari edukasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), inovasi pengolahan ikan lele menjadi kerupuk, hingga pemanfaatan kembali kolam budidaya yang sebelumnya kurang optimal.
Desa Pakiskembar diketahui memiliki potensi cukup besar dalam budidaya ikan lele. Namun, aktivitas budidaya di beberapa wilayah mengalami penurunan. Salah satu kendalanya adalah limbah produksi tahu yang masuk ke aliran sungai dan memengaruhi kualitas sumber air yang digunakan untuk budidaya. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah kolam tidak lagi dimanfaatkan secara maksimal.
Melihat kondisi itu, mahasiswa PKM Bahari FPIK UB melaksanakan rangkaian program selama Juli hingga Agustus 2026 dengan melibatkan masyarakat, ibu-ibu PKK, perangkat desa, serta siswa PAUD dan sekolah dasar.
Edukasi Gemarikan Sejak Usia Dini
Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah edukasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan atau Gemarikan. Program tersebut dilaksanakan di SDN 01 Pakiskembar mulai 23 Juli 2026 dan PAUD Anyelir Merdeka mulai 29 Juli 2026.
Melalui kegiatan tersebut, anak-anak dikenalkan dengan berbagai jenis ikan sekaligus manfaat mengonsumsi ikan dalam kehidupan sehari-hari.

Materi diberikan dengan metode yang menyenangkan melalui permainan, pengenalan jenis ikan, penjelasan manfaat konsumsi ikan, serta sesi tanya jawab. Pendekatan tersebut membuat para siswa dapat terlibat aktif selama kegiatan berlangsung.
Antusiasme terlihat dari respons salah seorang peserta yang mengaku semakin tertarik mengonsumsi ikan setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Aku sebenarnya suka ikan, terus kakak datang ajarin kita semua tentang ikan, aku jadi kayak makin suka ikan,” ungkap salah seorang siswa.
Kerupuk Lele “RULE” Jadi Inovasi Produk Olahan
Selain menyasar anak-anak, mahasiswa PKM Bahari FPIK UB juga memberikan pelatihan kepada ibu-ibu PKK dan perangkat Desa Pakiskembar.
Pada Sabtu, 25 Juli 2026, mahasiswa memperkenalkan inovasi pengolahan ikan lele menjadi kerupuk yang diberi nama “RULE”.
Program tersebut bertujuan memberikan alternatif pengolahan ikan lele menjadi produk bernilai tambah sekaligus membuka peluang pengembangan usaha rumahan bagi masyarakat.

Dalam kegiatan itu, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai potensi produk olahan ikan lele dan mendemonstrasikan proses pembuatan kerupuk, mulai dari pengolahan bahan, pencampuran adonan hingga pengemasan produk.
Ibu-ibu PKK terlihat antusias mengikuti setiap tahapan demonstrasi. Mereka juga aktif berdiskusi mengenai kemungkinan mengembangkan kerupuk lele menjadi produk yang dapat dipasarkan.
Sampel kerupuk lele yang telah disiapkan mahasiswa bahkan mendapatkan respons positif dari peserta.
“Ini inovasi yang menarik, karena biasanya kita konsumsi kerupuk ikan tenggiri dan ternyata kita bisa bikin kerupuk dari ikan lele,” ujar salah seorang peserta.
Kegiatan tersebut juga dinilai berpotensi menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam merintis usaha mikro, kecil, dan menengah berbasis produk perikanan.
“Kegiatan ini bisa diperhatikan dengan seksama karena demonstrasi hari ini dapat menjadi ide bisnis buat ibu-ibu untuk mendirikan UMKM,” ungkap peserta lainnya.
Hidupkan Kembali Kolam Budidaya
Upaya pengembangan potensi perikanan Desa Pakiskembar tidak berhenti pada pengolahan produk.
Pada Selasa, 28 Juli 2026, mahasiswa PKM Bahari FPIK UB melakukan penebaran benih ikan lele di salah satu kolam budidaya milik masyarakat.

Kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk kembali mengoptimalkan kolam yang sebelumnya kurang dimanfaatkan.
Dalam proses persiapan kolam, mahasiswa juga menerapkan sistem filtrasi menggunakan arang aktif sebagai salah satu upaya membantu mengurangi kandungan limbah tahu yang berpotensi memengaruhi kualitas sumber air budidaya.
Melalui rangkaian program tersebut, mahasiswa berupaya mengembangkan potensi ikan lele Desa Pakiskembar secara terintegrasi, mulai dari sektor budidaya, pengolahan produk hingga edukasi konsumsi ikan kepada generasi muda.
Program tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam menghidupkan kembali kolam budidaya ikan lele yang terbengkalai sekaligus mendorong masyarakat melihat ikan lele bukan hanya sebagai komoditas budidaya, tetapi juga sebagai bahan baku produk olahan yang memiliki peluang ekonomi.
Pengembangan potensi perikanan dari hulu hingga hilir tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas sekaligus berkelanjutan bagi masyarakat Desa Pakiskembar.
