Bogor – Perubahan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan dunia kerja menuntut perguruan tinggi terus memastikan kurikulumnya tetap relevan. Menjawab tantangan tersebut, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) melakukan benchmarking kurikulum ke Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University pada 5–6 Agustus 2026 sebagai bagian dari penguatan mutu pendidikan perikanan dan kelautan.
Kegiatan ini melibatkan tiga jenjang pendidikan di FPIK UB, yakni Program Studi Sarjana Manajemen Sumber Daya Perairan, Program Studi Magister Budidaya Perairan, serta Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan. Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi kedua institusi untuk bertukar praktik baik dalam penyusunan dan implementasi kurikulum, sekaligus mengevaluasi bagaimana proses pendidikan dapat menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan keilmuan dan kebutuhan profesional.
Delegasi FPIK UB diterima oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni FPIK IPB University, Prof. Dr. Asadatun Abdullah, S.Pi., M.S.M., M.Si., bersama jajaran pimpinan Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan dan Departemen Ilmu Akuakultur.
Pertemuan diawali dengan pengenalan profil akademik dan kelembagaan kedua fakultas, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan kurikulum dari masing-masing departemen dan program studi. Delegasi FPIK UB turut mempresentasikan hasil rekonstruksi kurikulum pada ketiga program studi untuk memperoleh perspektif pembanding sekaligus masukan dari akademisi FPIK IPB University.
Tidak berhenti pada perbandingan mata kuliah, diskusi berlangsung hingga aspek teknis penyelenggaraan pendidikan. Kedua institusi membahas struktur dan pemetaan kurikulum, capaian pembelajaran lulusan, distribusi beban studi, metode pembelajaran dan asesmen, hingga mekanisme pengelolaan tugas akhir.
Pada jenjang pascasarjana, pembahasan juga menyentuh aspek publikasi ilmiah dan sistem monitoring kemajuan studi mahasiswa. Hal ini menjadi penting karena keberhasilan pendidikan magister dan doktor tidak hanya ditentukan oleh penyelesaian beban akademik, tetapi juga kualitas riset, produktivitas ilmiah, serta ketepatan penyelesaian studi.
Keterlibatan tim pengembang kurikulum dari masing-masing program studi memungkinkan diskusi berlangsung lebih mendalam. Berbagai praktik baik yang diterapkan FPIK IPB University menjadi referensi bagi FPIK UB dalam mengevaluasi efektivitas proses pembelajaran sekaligus memastikan kompetensi lulusan tetap relevan dengan perkembangan sektor perikanan dan kelautan.
Hasil benchmarking selanjutnya akan dikaji oleh masing-masing program studi FPIK UB. Praktik baik yang diperoleh tidak serta-merta diadopsi, tetapi disesuaikan dengan karakteristik keilmuan, profil lulusan, kebutuhan mahasiswa, serta arah pengembangan akademik pada jenjang sarjana, magister, maupun doktor.
Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan kurikulum pendidikan tinggi. Kurikulum tidak hanya berfungsi sebagai susunan mata kuliah yang harus ditempuh mahasiswa, tetapi menjadi instrumen untuk menentukan kompetensi, pengalaman belajar, kemampuan riset, hingga kesiapan lulusan menghadapi perubahan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Selain penguatan kurikulum, pertemuan ini turut mempererat komunikasi akademik antara FPIK UB dan FPIK IPB University. Kedua institusi membuka peluang pengembangan kerja sama yang lebih luas melalui pendidikan, penelitian bersama, publikasi ilmiah, pertukaran narasumber, serta berbagai aktivitas akademik yang melibatkan dosen dan mahasiswa.
Melalui benchmarking ini, FPIK UB menegaskan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi dan peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Pertukaran praktik baik antarinstitusi diharapkan mampu mendorong lahirnya sistem pendidikan perikanan dan kelautan yang semakin adaptif, berbasis riset, serta mampu mempersiapkan lulusan dengan kompetensi yang relevan untuk menjawab tantangan sektor perikanan dan kelautan Indonesia di masa depan.
Upaya tersebut sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kualitas kurikulum dan proses pembelajaran, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui penguatan pendidikan dan riset yang responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan dunia kerja, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kolaborasi akademik antara Universitas Brawijaya dan IPB University untuk bersama-sama meningkatkan mutu pendidikan perikanan dan kelautan di Indonesia.
