Surabaya – Asap hitam membubung seperti kabar buruk yang datang terlalu pagi. Kebakaran melanda Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD Dr Soetomo, Surabaya, pada Jumat (15/5/2026) pagi dan memicu kepanikan di lingkungan rumah sakit. Di tengah proses penyelamatan pasien, satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara satu pasien lain berada dalam kondisi kritis dan menjalani penanganan intensif.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.30 WIB di gedung layanan jantung yang berada di kawasan Jalan Dharmawangsa, Surabaya. Api diduga pertama kali muncul dari lantai lima gedung, tepatnya di area ruang bedah jantung serta ruang dokter. Kepulan asap pekat sempat memenuhi bagian atas bangunan sehingga petugas medis bersama tim penyelamat bergerak cepat mengevakuasi pasien untuk mencegah risiko lebih besar.
Ketua Tim Kerja Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya, Trianjaya, mengatakan titik api teridentifikasi berasal dari lantai lima gedung pelayanan jantung.
“Titik api dari lantai 5. Infonya dari ruang bedah jantung. Ada ruang dokter dan profesor,” jelasnya kepada awak media saat berada di lokasi kejadian.
Menurut informasi awal, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Setelah laporan diterima, petugas pemadam kebakaran segera mengerahkan 13 unit mobil pemadam guna mengendalikan api dan mengamankan area rumah sakit. Upaya pemadaman juga diperkuat dengan penerjunan dua unit Bronto Skylift berkapasitas 55 meter dan 42 meter untuk membantu proses evakuasi pasien dari lantai atas yang dipenuhi asap.
“Yang kami pakai Bronto Skylift 42 meter untuk mengevakuasi dua pasien dari lantai 6,” jelasnya.
Kondisi di lokasi sempat menyulitkan proses penanganan. Asap tebal yang memenuhi ruangan membuat jarak pandang terbatas, sementara sistem jendela permanen yang tidak dapat dibuka memaksa petugas memecahkan sejumlah kaca gedung agar sirkulasi udara membaik dan asap dapat keluar lebih cepat.
“Kendalanya asap tebal dan jendela mati sehingga harus memecahkan kaca untuk mengeluarkan asap,” pungkasnya.
Setelah berjibaku lebih dari satu jam, api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 07.35 WIB. Proses evakuasi pasien dilakukan secara bertahap guna memastikan keselamatan penghuni gedung, terutama pasien dengan kondisi medis khusus yang memerlukan alat bantu pernapasan dan pengawasan ketat.
Hingga Jumat siang, pihak rumah sakit bersama aparat terkait masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran serta mendata dampak yang ditimbulkan. Insiden ini juga menjadi perhatian serius terkait aspek keselamatan fasilitas kesehatan, terutama sistem mitigasi kebakaran di bangunan layanan medis bertingkat.
