Bondowoso – Seperti dapur yang tak pernah benar-benar padam, aktivitas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukosari Lor berlangsung sejak dini hari. Para petugas sigap menyiapkan menu bergizi demi memastikan setiap sajian yang diterima siswa tetap berkualitas, higienis, dan layak konsumsi.
SPPG Desa Sukosari Lor, Kecamatan Sukosari, Kabupaten Bondowoso, mulai mematangkan persiapan menu korve lengkap dengan tambahan buah serta French fries untuk didistribusikan kepada para siswa pada Senin (13 April 2026). Proses pengolahan bahkan telah dilakukan sejak beberapa hari sebelumnya guna menjaga mutu makanan hingga sampai ke tangan penerima manfaat.
Kepala SPPG Sukosari Lor, Muhammad Ferdo Syaifullah, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari standar pelayanan agar kualitas makanan tetap optimal, terutama untuk menu tertentu seperti French fries yang memerlukan teknik penyimpanan khusus.
“Kenapa harus diolah sekarang, agar hasilnya lebih maksimal. French fries divakum dan ditempatkan di freezer,” ujarnya, Sabtu (11/04/2026).
Ia menambahkan, pengolahan awal ini juga bertujuan menjaga higienitas serta konsistensi rasa saat makanan didistribusikan ke sekolah-sekolah. Proses pengemasan dilakukan secara sistematis dan terstandar untuk memastikan keamanan pangan tetap terjaga.
Menu korve yang disiapkan sendiri merupakan adaptasi dari istilah yang dikenal dalam tradisi militer, yang merujuk pada makanan sederhana untuk kegiatan tugas atau kerja bakti. Namun dalam program ini, konsep tersebut dikembangkan menjadi menu bergizi, seimbang, dan sesuai kebutuhan nutrisi siswa.
Ferdo mengungkapkan rasa bangganya terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai memberikan dampak positif bagi para pelajar.
“Kami merasa bangga karena pelayanan yang kami berikan dapat membuat siswa-siswi penerima manfaat terlihat bahagia,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa momentum pasca-Lebaran menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan kualitas layanan. Tidak hanya dari sisi rasa, tetapi juga keseimbangan gizi serta inovasi menu agar lebih menarik bagi siswa.
“Kami memahami setelah Lebaran masyarakat menginginkan hidangan yang tidak hanya lezat, tetapi juga sehat dan seimbang. Karena itu kami melakukan penyesuaian menu,” jelasnya.
Program ini turut didukung oleh Yayasan Bustanul Ulum dengan total distribusi mencapai 1.339 paket makanan yang disalurkan ke 17 sekolah di wilayah Sukosari dan sekitarnya. Penerima manfaat mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD/TK sebanyak 191 siswa, SD 355 siswa, SMP 141 siswa, hingga SMA 474 siswa. Selain itu, 178 guru dan koordinator sekolah juga ikut menerima manfaat dari program tersebut.
Dengan persiapan yang matang dan dukungan berbagai pihak, program ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan gizi siswa sekaligus meningkatkan kesehatan dan konsentrasi belajar di lingkungan sekolah.
Upaya ini menjadi bukti bahwa perhatian terhadap gizi anak tidak hanya sebatas program, tetapi juga komitmen nyata dalam menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas.
