Bondowoso – Di balik sajian makanan bergizi yang tersaji untuk siswa, ada disiplin tinggi yang dijaga seperti “ritual wajib” di dapur. SPPG Sukosari Lor terus menegaskan komitmennya terhadap kebersihan dengan menggelar kerja bakti rutin serta pengawasan harian yang ketat.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukosari Lor, Kecamatan Sukosari, Kabupaten Bondowoso, melaksanakan kerja bakti bersama seluruh relawan pada Sabtu (11/04/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga standar sanitasi dalam proses produksi makanan bagi para siswa penerima manfaat program gizi.
Asisten Lapangan relawan SPPG, Muhammad Ferdo Syaifullah, menjelaskan bahwa kerja bakti dilakukan secara menyeluruh di seluruh area operasional. Mulai dari dapur utama, area pencucian ompreng, ruang pemorsian, hingga fasilitas pendukung lainnya dibersihkan secara detail untuk memastikan kondisi tetap higienis.
“ Kami pastikan semua area yang menunjang proses produksi makanan selalu dalam kondisi bersih dan aman,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya sekadar rutinitas bersih-bersih, tetapi juga menjadi sarana evaluasi terhadap kondisi peralatan dan fasilitas yang digunakan setiap hari. Dengan begitu, seluruh perlengkapan dapat dipastikan tetap steril dan layak pakai.
Ferdo menegaskan bahwa komitmen terhadap kebersihan tidak berhenti pada kegiatan bulanan. Setiap divisi di SPPG memiliki tanggung jawab harian dalam menjaga area kerjanya masing-masing agar tetap bersih dan tertata.
“ Setiap bagian sudah tahu tugasnya masing-masing. Mereka wajib menjaga kebersihan area kerja setiap selesai aktivitas. Ini sudah menjadi budaya kerja di SPPG,” imbuhnya.
Selain itu, terdapat petugas khusus yang bertugas melakukan pengawasan kebersihan setiap hari. Mereka memastikan seluruh area dapur tetap rapi, kering, serta bebas dari sampah yang berpotensi mengganggu kualitas lingkungan kerja.
Pengelolaan sampah juga dilakukan dengan standar yang ketat. Sampah organik dan non-organik dipisahkan sejak awal untuk menjaga kebersihan sekaligus menghindari timbulnya bau tidak sedap di area dapur.
Upaya ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab SPPG dalam menjamin keamanan makanan yang dikonsumsi oleh para siswa. Standar kebersihan menjadi faktor krusial karena berkaitan langsung dengan kualitas gizi dan kesehatan penerima manfaat.
Ferdo menambahkan bahwa menjaga kebersihan bukan hanya kebutuhan operasional, tetapi juga bagian dari komitmen moral dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Dengan lingkungan dapur yang bersih dan terkelola dengan baik, SPPG Sukosari Lor optimistis mampu terus menghadirkan makanan bergizi yang aman dan berkualitas bagi siswa.
Ke depan, budaya kebersihan ini diharapkan terus terjaga dan menjadi standar bersama seluruh karyawan, sehingga pelayanan gizi dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
