Malang – Ibarat jembatan yang menghubungkan dua samudra ilmu, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) kembali menegaskan kiprahnya di kancah internasional melalui program beasiswa hasil kolaborasi Indonesia dan Korea Selatan di bidang kelautan dan perikanan.
Program ini merupakan tindak lanjut kerja sama antara FPIK UB dengan Korea–Indonesia Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC) yang berfokus pada penguatan teknologi kelautan. Salah satu implementasinya adalah pemberian beasiswa bagi mahasiswa Magister Budidaya Perairan melalui kemitraan dengan Korea Institute of Ocean Science and Technology (KIOST). Beasiswa tersebut mencakup pembiayaan pendidikan, tunjangan hidup, pelatihan, hingga dukungan publikasi ilmiah dan partisipasi konferensi internasional.
Pada tahun akademik 2025/2026, mahasiswa FPIK UB, Ayu Sasiatus Zalsabila, berhasil lolos sebagai penerima beasiswa untuk dua semester. Kesempatan ini membuka akses luas terhadap pendidikan berbasis riset serta jejaring ilmiah global yang semakin kompetitif.
“Program ini menjadi peluang besar bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi akademik sekaligus memperluas wawasan internasional di bidang kelautan dan perikanan,” ujar Wakil Dekan Bidang Akademik FPIK UB, Riski Agung Lestariadi.
Ia menjelaskan bahwa kolaborasi ini tidak hanya memberikan manfaat individual bagi mahasiswa, tetapi juga memperkuat posisi institusi dalam jaringan riset global. Melalui pendekatan berbasis penelitian, mahasiswa didorong untuk menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri dan keberlanjutan sumber daya laut.
Program bertema penguatan teknologi kelautan terpadu ini juga memberikan pengalaman langsung dalam ekosistem riset internasional. Mahasiswa berkesempatan berinteraksi dengan peneliti global, mengakses fasilitas laboratorium modern, serta berkontribusi dalam proyek-proyek strategis yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya laut berkelanjutan.
Selain itu, kerja sama ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang FPIK UB dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor kelautan. Tantangan global seperti perubahan iklim, overfishing, dan degradasi ekosistem laut menuntut hadirnya tenaga ahli yang kompeten dan berwawasan global.
Ke depan, kolaborasi antara Indonesia dan Korea Selatan ini diharapkan terus berkembang melalui berbagai program lanjutan, seperti pelatihan internasional, pengembangan pusat riset bersama, hingga pertukaran akademik. Langkah tersebut sekaligus mempertegas komitmen FPIK UB dalam menghadirkan pendidikan berkualitas dan memperluas jejaring global.
Dengan capaian ini, FPIK UB tidak hanya mencetak lulusan unggul, tetapi juga berkontribusi nyata dalam mendorong kemajuan sektor kelautan nasional melalui inovasi dan kolaborasi lintas negara.
