Surabaya – Wakaf bukan sekadar amal jariyah, melainkan juga “investasi kebaikan” bagi masa depan pendidikan. Semangat itulah yang diusung Pengurus Rohani Islam (Rohis) Jawa Timur melalui kegiatan sosialisasi Gerakan Wakaf Pendidikan Agama Islam (PAI) bagi pelajar di berbagai daerah.
Kegiatan yang digelar secara daring melalui platform Zoom pada Jumat (13/3/2026) ini diikuti oleh pengurus Rohis serta para pelajar dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur. Program tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang pentingnya wakaf sebagai salah satu instrumen filantropi Islam yang dapat berkontribusi bagi pengembangan pendidikan keagamaan di sekolah.
Dalam sambutannya, Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam (PAIS) Jawa Timur, Dr. Amak Burhanuddin, M.Pd.I, menegaskan bahwa gerakan wakaf memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan pendidikan Islam di lingkungan sekolah.
“Wakaf memiliki potensi besar untuk memperkuat berbagai program Pendidikan Agama Islam di sekolah. Jika dikelola dengan baik, wakaf dapat menjadi sumber pembiayaan yang berkelanjutan bagi kegiatan keagamaan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pemanfaatan wakaf secara optimal dapat membantu pengembangan sarana dan prasarana pembelajaran PAI. Selain itu, wakaf juga dapat mendukung berbagai program pembinaan karakter religius bagi para pelajar di lingkungan pendidikan.
Dalam sesi pemaparan materi, Putri Kumalasari dari Pengurus Rohis Jawa Timur menjelaskan secara rinci mengenai konsep wakaf dalam Islam, manfaatnya bagi masyarakat, hingga mekanisme pelaksanaan wakaf melalui Badan Wakaf Indonesia (BWI). Penjelasan tersebut diberikan untuk memperluas pemahaman peserta mengenai praktik wakaf yang produktif dan berdampak jangka panjang.
Ia juga menekankan bahwa wakaf tidak selalu harus dalam bentuk tanah atau bangunan, tetapi dapat dilakukan dalam berbagai bentuk yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi umat.
“Melalui wakaf, kita dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Islam. Bahkan dari kalangan pelajar pun sudah bisa mulai berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing,” jelasnya.
Kegiatan sosialisasi ini juga diwarnai dengan sesi diskusi interaktif antara pemateri dan peserta. Dalam sesi tersebut, para pelajar aktif mengajukan pertanyaan terkait praktik wakaf, pengelolaannya, serta peluang kontribusi generasi muda dalam gerakan filantropi Islam.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan yang muncul selama sesi dialog berlangsung. Hal ini menunjukkan adanya minat yang besar dari kalangan pelajar untuk memahami lebih jauh tentang wakaf sebagai salah satu bentuk amal berkelanjutan dalam Islam.
Melalui kegiatan ini, Pengurus Rohis Jawa Timur berharap para pelajar dapat menumbuhkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya wakaf sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan Islam. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki kepedulian sosial serta semangat filantropi yang kuat.
Acara sosialisasi berlangsung dengan lancar hingga akhir kegiatan dan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama seluruh peserta yang mengikuti kegiatan secara daring.
