Bondowoso – Tabuhan bedug menggema di jantung kota, seolah menjadi aba-aba kebangkitan ekonomi rakyat. Di Alun-alun RBA Ki Ronggo, yang juga dikenal sebagai Alun-alun Bagus Asra, Jumat (20/2/2026), Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, secara resmi membuka Festival Ramadhan 2026 dengan memukul bedug sebagai tanda dimulainya perhelatan tahunan tersebut.
Festival bertajuk “Ramadhan Berkah, UMKM Berdaya” ini digelar sejak 18 Februari hingga 18 Maret 2026. Pemerintah Kabupaten Bondowoso merancang kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sebagai wadah strategis untuk menggerakkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus memperkuat nilai religius dan budaya selama bulan suci.
Dalam sambutannya, Bupati Abdul Hamid Wahid menegaskan bahwa Ramadhan merupakan momentum penting untuk memperkuat solidaritas sosial sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan.
“Ramadhan adalah momentum kebersamaan. Kita ingin ekonomi rakyat tumbuh tanpa kehilangan identitas budaya dan nilai religius,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Festival Ramadhan 2026 menjadi ruang temu antara spiritualitas dan produktivitas. Ratusan pelaku UMKM ambil bagian, menampilkan beragam produk unggulan mulai dari kuliner khas daerah, aneka olahan pangan, hingga kerajinan tangan. Selain itu, panggung hiburan turut diisi pertunjukan seni tradisional yang memperkaya suasana malam Ramadhan di pusat kota.
Menurutnya, Bondowoso memiliki potensi besar yang harus terus dikembangkan. Salah satu yang menjadi kebanggaan daerah adalah kopi Bondowoso yang telah dikenal luas hingga luar daerah. Potensi tersebut, kata dia, tidak boleh berhenti sebagai komoditas semata, melainkan harus diolah menjadi sumber kesejahteraan berkelanjutan bagi masyarakat.
“UMKM adalah pejuang ekonomi rakyat. Pemerintah harus hadir, bukan sekadar mendukung dari jauh,” tegasnya.
Pemkab Bondowoso, lanjutnya, telah menyiapkan berbagai langkah untuk memperkuat ekosistem UMKM, mulai dari fasilitasi tempat usaha, promosi, hingga pendampingan dan pelatihan agar pelaku usaha semakin adaptif dan kompetitif. Festival ini diharapkan menjadi etalase yang memperluas akses pasar sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat yang lebih luas.
Ajakan untuk mencintai dan membeli produk lokal juga disampaikan kepada masyarakat. Bupati menilai, keputusan sederhana seperti membeli produk tetangga sendiri memiliki dampak besar terhadap perputaran ekonomi daerah.
“Dengan membeli produk lokal, kita sedang membangun pondasi ekonomi Bondowoso yang kuat dan mandiri,” pesannya.
Antusiasme warga terlihat sejak sore hari, ketika pengunjung mulai memadati area alun-alun untuk berburu takjil dan menikmati suasana Ramadhan. Kehadiran festival ini diharapkan mampu meningkatkan omzet pelaku UMKM selama bulan suci sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga.
Tabuhan bedug telah menjadi penanda dimulainya Festival Ramadhan 2026. Kini, harapannya semangat pemberdayaan ekonomi rakyat yang digaungkan dari alun-alun itu mampu menjalar hingga ke seluruh pelosok Bondowoso, menjadikan Ramadhan tahun ini bukan hanya penuh berkah, tetapi juga menghadirkan kesejahteraan nyata bagi masyarakat.
