Sangatta – Seperti simpul yang mengikat anyaman, soliditas dan empati menjadi pesan utama dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kutai Timur. Agenda tersebut dirangkai dengan pelantikan Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKS dari 18 kecamatan, menandai penguatan struktur partai hingga ke akar rumput.
Rakerda dan pelantikan digelar di Sangatta pada Selasa (23/12/2025), dipimpin Ketua DPD PKS Kutai Timur, H. Akhmad Wasrip ST, didampingi Akbar Tanjung, SP. Acara ini dihadiri kader, simpatisan, tokoh masyarakat, perwakilan organisasi kemasyarakatan, relawan, serta unsur lintas partai politik di Kutai Timur. Kehadiran beragam elemen tersebut memperlihatkan semangat keterbukaan dan kolaborasi yang ingin dibangun PKS ke depan.
Di tengah rangkaian kegiatan, H. Akhmad Wasrip secara simbolis menyerahkan dana hasil penggalangan dari kader dan simpatisan kepada Ketua DPW PKS Kalimantan Timur. Penyerahan ini menjadi representasi empati kolektif kader PKS, sekaligus implementasi arahan pimpinan pusat dan instruksi ketua PKS wilayah Kalimantan Timur.
“Gerakan empati ini adalah bagian dari jati diri kader PKS. Bukan hanya bicara politik, tapi bagaimana hadir dan peduli,” kata H. Akhmad Wasrip dalam sambutannya.
Ia menjelaskan bahwa sesuai instruksi pimpinan, seluruh pejabat publik dari PKS dikenakan pemotongan gaji dengan nominal minimal Rp2,5 juta. Kebijakan tersebut dipandang sebagai langkah konkret untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial dan solidaritas di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap partai.
Dalam pesannya kepada pengurus DPC yang baru dilantik, Wasrip menekankan pentingnya menjaga kekompakan struktur partai. Ia mengingatkan bahwa soliditas organisasi merupakan modal utama dalam menjalankan amanah perjuangan politik.
“Struktur PKS harus kuat dan rapi. Kerja tim harus diutamakan karena ini amanah AD/ART dan konstitusi partai,” tegasnya.
Selain itu, para pengurus diminta untuk aktif mengawal serta mendukung pelaksanaan program visi dan misi bupati dan wakil bupati Kutai Timur. Menurutnya, peran partai tidak berhenti pada kontestasi politik, tetapi berlanjut pada pengawalan kebijakan agar berpihak pada kepentingan rakyat.
Rakerda ini juga dimaknai sebagai ajang memperluas jejaring kolaborasi. Dengan mengundang seluruh partai politik, ormas, paguyuban, relawan, dan tokoh daerah, PKS ingin menunjukkan sikap inklusif dan kesiapan bekerja bersama seluruh entitas di Kutai Timur.
“Hari ini kita buktikan, PKS harus berkolaborasi dengan semua unsur. Inilah kompas kemenangan kita di masa mendatang,” ujar Wasrip.
Melalui pelantikan DPC di 18 kecamatan dan penguatan nilai empati, PKS Kutai Timur berharap mampu membangun organisasi yang solid, responsif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat perannya dalam pembangunan daerah secara berkelanjutan.
