Jember – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Fawaid atau Gus Fawait terus menunjukkan keseriusan dalam merespons keluhan masyarakat terkait infrastruktur. Sejak awal masa kepemimpinannya, berbagai aduan yang masuk melalui kanal resmi Wadul Gus,e, media sosial, maupun laporan langsung warga telah dijadikan acuan utama untuk menentukan langkah prioritas pembangunan.
Salah satu keluhan terbanyak yang diterima adalah terkait jalan rusak dan berlubang. Untuk itu, Pemkab Jember mengerahkan Unit Reaksi Cepat (URC) guna menangani persoalan ini secara cepat dan terukur. URC mulai bekerja sejak April 2025, dan hingga kini sudah ribuan meter persegi jalan yang ditambal di berbagai kecamatan.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah ruas jalan yang sebelumnya rusak parah kini sudah mulai membaik. Aspal yang mengelupas dan lubang di badan jalan kini tertutup dan dapat dilalui kendaraan dengan lebih aman. Warga di beberapa titik juga mengaku lebih nyaman dalam berkendara setelah penambalan dilakukan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Jupriono, dalam acara “Pro Guse Update” di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Sabtu (8/11/2025), memaparkan bahwa hingga November ini Pemkab Jember telah menuntaskan penambalan jalan seluas lebih dari 98 ribu meter persegi. Pekerjaan tersebut dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga sebagai bagian dari program rutin pemeliharaan jalan kabupaten.
“Kami telah melakukan pekerjaan rutin penambalan jalan oleh teman-teman Dinas PU Bina Marga seluas 98 ribu sekian meter persegi. Saat ini kami juga sedang dan akan menyelesaikan sampai akhir tahun 253 paket jalan dan infrastruktur irigasi,” terang Jupriono.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa peningkatan infrastruktur jalan merupakan program jangka menengah yang akan terus dilanjutkan selama lima tahun ke depan, sesuai amanah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jember. Menurutnya, keberlanjutan perbaikan infrastruktur menjadi fondasi penting untuk memajukan sektor ekonomi, mobilitas warga, serta mendorong pertumbuhan wilayah.
“Perbaikan jalan adalah urat nadi perekonomian Jember. Ketika akses lancar, distribusi barang, mobilitas penduduk, serta aktivitas ekonomi lainnya bisa berjalan lebih cepat dan efisien,” ujarnya.
Jupriono juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengawal pembangunan daerah. Ia mengajak warga untuk tidak ragu melaporkan kerusakan jalan atau layanan publik lainnya melalui kanal aduan resmi Wadul Gus,e, sebuah program aduan langsung besutan Bupati Jember. Melalui layanan ini, warga dapat mengirimkan laporan melalui pesan WhatsApp ke nomor 0811-3111-1108 yang akan langsung diteruskan kepada perangkat terkait.
“Kami berharap masyarakat proaktif bergerak bersama pemerintah. Laporkan jika ada kerusakan, supaya bisa segera ditindaklanjuti. Kolaborasi ini sangat penting untuk memastikan pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran,” tambahnya.
Program Wadul Gus,e sendiri menjadi salah satu inovasi Pemkab Jember yang mendapat apresiasi dari warga karena dianggap responsif dan memudahkan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Tidak sedikit laporan yang langsung ditangani dalam hitungan hari setelah masuk ke sistem tersebut.
Dengan terus meningkatnya penanganan infrastruktur dan respon cepat terhadap keluhan masyarakat, Pemkab Jember berharap pelayanan publik semakin membaik dan pembangunan daerah dapat dirasakan secara merata di seluruh wilayah.
