Padang – Seperti ritme kota yang tak pernah benar-benar hening, para juru parkir di Padang berdiri di simpang-simpang kehidupan sehari-hari. Melalui sebuah kegiatan sosialisasi yang dibingkai sebagai langkah “merapikan wajah kota”, Dinas Perhubungan Kota Padang memulai pembinaan dua hari bagi seluruh juru parkir resmi pada Senin (17/11/2025). Kegiatan ini tak sekadar mengulas teknis lapangan, tetapi juga menajamkan kembali nilai etika sebagai garda depan pelayanan publik.
Sosialisasi tersebut mengumpulkan para jukir dari berbagai titik strategis, mulai pusat kota hingga kawasan perbelanjaan. Kegiatan ini menjadi ajang penting untuk memperkuat pemahaman tentang bagaimana peran mereka membentuk citra Padang. Melalui tema “Juru Parkir Garda Terdepan Pelayanan Publik di Ruang Kota”, Dishub menegaskan siapa, apa, kapan, di mana, dan bagaimana tugas jukir diharapkan berjalan lebih profesional. Acara berlangsung di bawah koordinasi Dinas Perhubungan Kota Padang dan dibuka langsung oleh Wali Kota Fadly Amran.
“Juru parkir adalah orang pertama yang ditemui masyarakat saat mereka memarkir kendaraan. Kesan pertama itu menentukan bagaimana orang memandang Kota Padang,” ujar Wali Kota saat memberikan sambutan.
Dalam arahannya, Fadly menekankan pentingnya menjaga kebersihan area tugas, membangun komunikasi yang sopan, serta menempatkan diri sebagai pelayan publik yang membawa kenyamanan. Pesan tersebut dipertegas dengan ajakan agar jukir membiasakan senyum dan sapaan ramah untuk menciptakan kesan positif bagi warga maupun wisatawan.
Wali Kota juga menambahkan bahwa kualitas interaksi di titik parkir akan mendukung suasana kota yang aman dan nyaman, terutama di tengah upaya meningkatkan sektor pariwisata Padang. Menurutnya, pelayanan yang baik sering kali dimulai dari hal kecil, termasuk cara jukir menyambut pengunjung.
Kepala Dinas Perhubungan, Ances Kurniawan, menjelaskan bahwa pembinaan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah untuk meningkatkan profesionalitas para jukir.
“Jukir adalah perpanjangan tangan Dishub. Mereka berada di lapangan setiap hari, berhadapan langsung dengan masyarakat. Karena itu mereka harus dibekali pengetahuan, etika, dan pemahaman tentang pelayanan,” ujar Ances.
Ia menambahkan pentingnya standar perilaku yang seragam, termasuk pemahaman SOP, kejujuran, serta kepatuhan pada aturan keselamatan. Pembinaan semacam ini, menurutnya, akan terus dilakukan agar kualitas pelayanan parkir semakin tertib dan berintegritas.
Kegiatan dua hari ini tidak hanya menyoroti aspek teknis pengelolaan parkir, tetapi lebih jauh mendorong jukir memahami bahwa setiap sapaan ramah mampu menciptakan pengalaman positif bagi pengunjung. Pemerintah berharap melalui sosialisasi ini, para jukir dapat menjadi representasi baik dari Kota Padang, sekaligus mendukung kenyamanan mobilitas warganya.
Pada akhirnya, pembinaan ini diharapkan menjadi pijakan agar para jukir tampil lebih profesional, menjadi kekuatan kecil yang berdampak besar bagi citra kota, dan membantu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik di Padang.
