Jakarta – Akhir pekan ini menjadi kabar buruk bagi para investor logam mulia. Harga emas Antam 24 karat jatuh signifikan, mencatat penurunan Rp50.000 per gram dibandingkan hari sebelumnya, dan kini berada di angka Rp2.348.000 per gram. Ini merupakan salah satu koreksi terbesar dalam beberapa pekan terakhir.
Data resmi dari situs Logam Mulia Antam pada Sabtu (15/11/2025) menunjukkan harga emas ukuran terkecil, yaitu 0,5 gram, kini dibanderol Rp1.224.000. Sedangkan untuk emas 10 gram dijual Rp23.030.000, dan emas ukuran terbesar, yakni 1.000 gram atau 1 kg, dihargai Rp2.288.600.000.
Harga buyback atau harga jual kembali juga turut merosot tajam. Antam menetapkan harga buyback hari ini di Rp2.209.000 per gram, turun Rp54.000 dari hari sebelumnya. Penurunan ini mencerminkan tren tekanan harga logam mulia dalam jangka pendek, meskipun sebelumnya sempat stabil.
“Harga emas seminggu ini bergerak di rentang Rp2.307.000 hingga Rp2.398.000 per gram. Sementara selama sebulan terakhir berkisar antara Rp2.260.000 hingga Rp2.487.000,” tulis laporan harga dari Antam.
Perlu dicatat, sesuai ketentuan PMK Nomor 81 Tahun 2024, transaksi buyback di atas Rp10 juta akan dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 1,5%, yang langsung dipotong dari total nilai transaksi. Hal ini perlu diperhatikan oleh konsumen yang ingin menjual kembali emasnya dalam jumlah besar.
Berikut adalah daftar harga emas Antam hari ini, Sabtu (15/11/2025):
-
0,5 gram: Rp1.224.000
-
1 gram: Rp2.348.000
-
2 gram: Rp4.646.000
-
3 gram: Rp6.951.000
-
5 gram: Rp11.555.000
-
10 gram: Rp23.030.000
-
25 gram: Rp57.410.000
-
50 gram: Rp114.655.000
-
100 gram: Rp229.160.000
-
250 gram: Rp572.590.000
-
500 gram: Rp1.144.900.000
-
1.000 gram: Rp2.288.600.000
Analis pasar memperkirakan penurunan harga emas kali ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor global, termasuk penguatan dolar AS dan data ekonomi yang memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga di negara maju. Kondisi ini membuat investor global kembali melirik aset berisiko, menjauhi aset lindung nilai seperti emas.
Meski demikian, penurunan ini bisa menjadi peluang bagi pembeli ritel untuk mengakumulasi emas dengan harga lebih rendah. Sebagian pelaku pasar meyakini harga emas berpotensi pulih menjelang akhir tahun jika ketidakpastian global kembali meningkat.
