Mojokerto – Seiring meningkatnya kekhawatiran warga terhadap banjir musiman, Pemerintah Desa Gebangsari, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, bergerak cepat membangun sistem drainase baru yang langsung terhubung ke aliran sungai setempat. Proyek ini menjadi harapan besar warga untuk mengurangi risiko genangan air yang selama ini menghantui setiap musim hujan.
Pembangunan drainase sepanjang 134 meter ini dibiayai dari Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun 2025 sebesar Rp 355.212.681,00. Pelaksana teknis, CV Mutiara Katiga, mendapat waktu 35 hari kalender untuk merampungkan proyek, terhitung mulai 5 November hingga 9 Desember 2025.
Arif, pelaksana proyek di lapangan, menjelaskan bahwa sistem saluran air yang baru ini didesain agar lebih efisien dalam mengalirkan air hujan langsung ke sungai, tanpa menimbulkan genangan. “Pembangunan drainase ini diharapkan mampu mengurangi dampak banjir ketika terjadi debit puncak, terutama saat musim hujan. Dengan sistem saluran yang lebih baik, aliran air bisa langsung terhubung ke sungai sehingga tidak meluap ke permukiman warga,” ungkapnya.
Respon warga Dusun Gebangsari sangat positif. Selama ini, kawasan tersebut menjadi langganan genangan setiap curah hujan tinggi, menyebabkan terganggunya aktivitas sehari-hari dan kerusakan lingkungan. Dengan adanya sistem drainase baru ini, masyarakat berharap dapat hidup lebih nyaman dan aman dari ancaman banjir.
Pemerintah desa menilai proyek ini sebagai bagian dari strategi pembangunan infrastruktur berbasis kebutuhan lingkungan lokal. Selain memperbaiki sistem aliran air, drainase yang dibangun juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas sanitasi dan kebersihan lingkungan.
Langkah ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dapat menciptakan solusi efektif terhadap persoalan lingkungan, terutama yang berkaitan dengan adaptasi perubahan iklim dan cuaca ekstrem yang makin sering terjadi.
