Mojokerto – Sebuah harapan baru menyelimuti warga Desa Mojopilang, Kecamatan Kemlagi, seiring dimulainya pembangunan rumah layak huni melalui Program Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu (PPKT). Bupati Mojokerto, Muhammad Albarra, atau yang akrab disapa Gus Bupati, meresmikan program tersebut dengan meletakkan batu pertama di rumah warga penerima bantuan, Senin (27/10/2025).
Langkah ini menandai komitmen Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam menyelesaikan masalah rumah tidak layak huni (RTLH) melalui pendekatan lintas sektor. Dari total 97 rumah penerima bantuan di Mojopilang, 94 unit dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dan 3 unit dari program Corporate Social Responsibility (CSR), termasuk BAZNAS Mojokerto dan Perumdam Mojopahit.
“Program ini bentuk nyata kolaborasi. Kami mengunjungi rumah-rumah yang telah selesai dibangun 100 persen. Terima kasih kepada BAZNAS, Blesscon, dan Perumdam Mojopahit atas dukungannya,” ujar Gus Bupati dalam sambutannya.
Ia merinci bahwa dari 94 rumah yang berasal dari DAK, sebanyak 40 unit merupakan proyek rehabilitasi atau Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya (PKRS), masing-masing senilai Rp20 juta. Sementara 54 unit lainnya merupakan pembangunan baru (PBRS) dengan nilai bantuan Rp50 juta per rumah.
Tidak hanya melakukan peletakan batu pertama, Gus Bupati juga meninjau langsung progres pembangunan rumah-rumah yang sedang berlangsung di sekitar lokasi. Ia berharap program ini dapat menjadi model bagi desa-desa lain dalam upaya penataan permukiman yang sehat dan layak huni.
“Totalnya 97 rumah di desa ini dibangun dan direnovasi. BAZNAS juga sudah membantu 84 rumah di seluruh Mojokerto, Blesscon 10 rumah, dan kami terus mengajak pihak-pihak lain bergabung,” tambahnya.
Respon positif datang dari warga. Salah satunya, Rubinah, penerima manfaat asal Desa Mojopilang, yang menyampaikan rasa syukurnya. “Saya sangat senang sekali, alhamdulillah desa kami bisa mendapatkan bantuan yang luar biasa. Terima kasih banyak kepada Bapak Bupati beserta jajarannya,” katanya penuh haru.
Melalui Program PPKT, Pemkab Mojokerto ingin menjadikan Mojopilang sebagai simbol keberhasilan dalam pengentasan RTLH. Program ini bukan hanya sebatas pembangunan fisik, tetapi juga bagian dari misi meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan menuju Mojokerto yang lebih layak huni dan berdaya saing.
