Jember – Di tengah keseharian yang sederhana, para guru ngaji di Kecamatan Pakusari mendapat kabar menggembirakan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menyalurkan insentif bagi 45 guru ngaji di Desa Pakusari sebagai wujud nyata kepedulian terhadap pengajar keagamaan di wilayah tersebut. Program ini merupakan bagian dari pencairan insentif bagi ratusan guru ngaji, modin, dan guru kitab non-muslim di tujuh desa di Kecamatan Pakusari pada Kamis (16/10/2025).
Penerima manfaat, Mulyadi (51), warga Dusun Rowo, Desa Pakusari, mengaku sangat bersyukur atas kemudahan proses pencairan insentif kali ini. Ia menuturkan bahwa sebelumnya pencairan harus dilakukan ke Bank Jatim di Kecamatan Kalisat, namun kini bisa langsung dilakukan di kantor desa tanpa antre panjang.
“Saya sudah lima tahun menjadi guru ngaji dan memiliki 21 santri. Ini kali kedua saya menerima insentif. Sekarang jauh lebih mudah karena bisa cair di kantor desa. Saya sangat berterima kasih kepada Pemkab Jember atas perhatian ini,” ujarnya sambil tersenyum.
Menurut Mulyadi, bantuan ini sangat berarti bagi para pengajar agama di desa, terutama bagi mereka yang juga bekerja sambilan seperti bertani. Ia berharap agar program tersebut dapat terus berlanjut dan nilai bantuannya meningkat di masa mendatang.
Sementara itu, Mujiono, Petugas PMKS Kecamatan Pakusari, menjelaskan bahwa total penerima insentif di wilayahnya mencapai 289 orang, tersebar di tujuh desa. Rinciannya, Desa Pakusari 45 orang, Sumberpinang 70 orang, Jatian 50 orang, Kertosari 43 orang, Bedadung 18 orang, Subo 34 orang, dan Patemon 29 orang.
“Kami berpesan kepada para guru ngaji agar terus membimbing generasi muda dengan penuh keikhlasan. Mereka adalah ujung tombak pembentukan karakter anak-anak kita agar kelak menjadi generasi yang bermanfaat bagi bangsa,” tutur Mujiono.
Kepala Desa Pakusari, Misjo, turut menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Jember atas kepeduliannya terhadap warganya yang berperan penting dalam pendidikan keagamaan. Ia menilai program ini bukan sekadar bantuan materi, tetapi bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap perjuangan guru ngaji di pelosok desa.
“Total penerima insentif guru ngaji di Desa Pakusari ada 45 orang. Kami sangat berterima kasih kepada Pemkab Jember atas kepeduliannya. Semoga program seperti ini terus berlanjut dan bisa menjadi jembatan silaturahmi antara guru ngaji dan pemerintah,” ungkap Misjo.
Program pemberian insentif guru ngaji ini menjadi langkah konkret Pemkab Jember dalam meningkatkan kesejahteraan pengajar agama sekaligus memperkuat pendidikan moral masyarakat. Selain memberikan dukungan ekonomi, program ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat baru bagi para pendidik keagamaan untuk terus menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda. (ADV).
