Bondowoso – Kabar gembira datang bagi ribuan buruh pabrik rokok dan buruh tani tembakau di Bondowoso. Pemerintah Kabupaten memastikan tahun ini mereka akan menerima bantuan sosial dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), dengan janji tegas: tanpa potongan sepeser pun.
Bantuan ini dibagi dalam dua skema. Sebanyak 7.566 buruh pabrik rokok akan mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai Rp600 ribu per orang, sementara 23.000 buruh tani tembakau menerima manfaat berupa pembayaran premi BPJS Ketenagakerjaan.
Namun, dari jumlah buruh tani tersebut, baru 8.445 orang yang telah tercatat dalam SK Bupati dan siap menerima bantuan. Sisanya masih menunggu proses verifikasi yang melibatkan perangkat desa dan pengusaha tembakau. Pemerintah menargetkan pada Perubahan APBD 2025 seluruh buruh tani akan tercover.
Kepala Dinas Sosial P3AKB Bondowoso, Anisatul Hamidah, menegaskan proses penyaluran akan dikawal ketat oleh Kejaksaan Negeri dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). “Tidak boleh ada potongan sepeser pun,” tegasnya, mengutip pesan langsung dari Bupati.
Proses verifikasi dilakukan secara berlapis. Data buruh pabrik diperoleh dari perusahaan rokok berizin resmi, lalu dicocokkan dengan data kependudukan di Dispendukcapil. Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan alamat domisili diperiksa berulang kali untuk mencegah penerima fiktif.
Ketua Komisi II DPRD Bondowoso, H. Tohari, mengakui bahwa pendataan buruh tani jauh lebih kompleks dibanding buruh pabrik. Hal ini karena harus melibatkan banyak pihak di tingkat desa serta pengusaha tembakau. Dari hasil verifikasi awal, 8.445 buruh tani telah resmi terdaftar di BPJS, sementara sisanya akan menyusul.
“Targetnya jelas: seluruh buruh tani tembakau Bondowoso memiliki perlindungan ketenagakerjaan tahun ini,” kata Tohari, memastikan anggaran telah disiapkan.
Dengan janji “tanpa potongan” dan pengawasan ketat, program DBHCHT tahun ini menjadi ujian nyata integritas aparatur daerah. Masyarakat menanti apakah sejarah kelam penyaluran bantuan yang kerap diwarnai potongan liar benar-benar dapat dihapuskan. Ribuan buruh akan menjadi saksi apakah pemerintah memenuhi komitmen yang telah diikrarkan.
