Jakarta – Di tengah dinamika ibu kota yang terus bergerak, forum Musrenbang menjadi cermin arah masa depan, tempat angka-angka pembangunan bertemu harapan warga. Gubernur Daerah Khusus Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa kinerja pembangunan daerah menunjukkan tren yang semakin membaik.
Hal tersebut disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 yang digelar di Balai Kota Jakarta, Kamis (16/04/2026). Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk menyelaraskan prioritas pembangunan sekaligus memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan.
“Musrenbang bertujuan menyelaraskan prioritas pembangunan sekaligus memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan,” kata Pramono dalam sambutannya.
Ia memaparkan bahwa berbagai indikator makro menunjukkan hasil yang positif. Pertumbuhan ekonomi dinilai tetap stabil, inflasi berada dalam kendali, investasi mengalami peningkatan signifikan, serta angka pengangguran dan kemiskinan menunjukkan tren penurunan.
“Secara umum, kinerja pembangunan Jakarta menunjukkan tren positif. Hal ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga, inflasi yang terkendali, peningkatan investasi yang signifikan, serta penurunan tingkat pengangguran dan kemiskinan,” paparnya.
Namun demikian, Pramono juga menekankan pentingnya pendekatan pembangunan yang berbasis kewilayahan. Ia mengakui masih adanya ketimpangan capaian indikator di beberapa wilayah di Jakarta, seperti perbedaan dalam pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, hingga Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“Seperti pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka, serta Indeks Pembangunan Manusia. Hal ini menunjukkan bahwa arah pembangunan ke depan harus berbasis kewilayahan dan berorientasi pada pemerataan,” tandasnya.
Menurutnya, komitmen seluruh perangkat daerah menjadi kunci dalam memastikan perencanaan pembangunan berjalan efektif, terarah, dan memberikan hasil nyata bagi masyarakat. Ia berharap perencanaan RKPD 2027 mampu menjawab berbagai tantangan sekaligus mengurangi kesenjangan antarwilayah.
“Semoga upaya ini menghasilkan perencanaan pembangunan yang optimal demi mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang berdaya saing, berkelanjutan, dan menyejahterakan warganya,” ujarnya.
Dalam proses penyusunan perencanaan tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga membuka ruang partisipasi publik secara luas. Tercatat sebanyak 61.174 usulan masyarakat telah dihimpun melalui berbagai jalur, mulai dari Musrenbang, usulan langsung, hingga hasil reses DPRD.
Musrenbang kali ini mengusung tema “Transformasi Jakarta Kota Global: Penguatan Modal Manusia yang Produktif, Peningkatan Kualitas Infrastruktur, serta Eksplorasi Potensi Ekonomi yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan.” Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Dirjen Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi, anggota DPD RI Ebi Jarwo, serta Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike.
Melalui forum ini, Pemerintah Provinsi berharap perencanaan pembangunan Jakarta ke depan semakin inklusif, adaptif, dan mampu membawa ibu kota menuju status kota global yang kompetitif di tingkat internasional.
