Kediri – Dalam suasana penuh semangat, deretan program unggulan resmi diluncurkan oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dan Wakil Wali Kota Qowimuddin Thoha menjelang hari ke-100 masa kerja mereka. Acara peluncuran yang digelar di halaman Balai Kota Kediri pada Selasa (27/5/2025) menjadi simbol komitmen kuat keduanya dalam mewujudkan Kota Kediri yang lebih mapan dan berdaya saing.
Program-program tersebut merupakan bagian dari realisasi visi “Sapta Cita” yang menjadi fondasi pemerintahan baru di Kota Kediri. Dari layanan aduan cepat “Lapor Mbak Wali 112” hingga layanan kependudukan “Adminduk All In” yang kini tersedia di kantor kelurahan dan kecamatan, seluruhnya diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan publik dan mempercepat reformasi birokrasi.
“Alhamdulillah, hari ini menjadi penanda penting atas serangkaian perjalanan menuju 100 hari kinerja kami dalam memimpin Kota Kediri. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan berkolaborasi,” ungkap Vinanda, yang akrab disapa Mbak Wali.
Program lainnya termasuk peluncuran kendaraan “Mobil Masyarakat” (Mobmas) untuk operasional kelurahan, ATM Beras Mapan bagi keluarga miskin ekstrem, dan penyaluran CSR Green House dari Bank Jatim untuk mendukung ketahanan pangan di beberapa kelurahan.
Tak hanya itu, Kota Kediri kini memiliki Koperasi Kelurahan Merah Putih untuk memperkuat ekonomi kerakyatan serta Dana Bergulir Kumapan yang dirancang mendukung UMKM lokal. Dunia pendidikan turut diperkuat dengan pemberian beasiswa hingga jenjang S3 dan pencairan BOSDA Mapan.
“Kami juga menaikkan insentif bagi pendidik, tenaga kesehatan, kader sosial, dan unsur masyarakat lainnya sejak April 2025,” jelas Vinanda. Selain itu, kerja sama pelayanan kesehatan non-JKN dengan RS Bhayangkara juga menjadi bagian dari inisiatif kesehatan berbasis masyarakat.
Dalam upaya memperkuat identitas budaya, peluncuran baju khas Kediri dengan motif tirto dan ceplok dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program D’Cito (Kediri City Tourism).
Meski begitu, Vinanda menekankan bahwa peluncuran ini bukanlah akhir, melainkan awal dari kerja panjang yang menuntut pengawasan dan keterlibatan aktif masyarakat agar semua program tepat sasaran.
Dengan peluncuran ini, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kediri menunjukkan bahwa mereka tidak sekadar menepati janji kampanye, tetapi juga membangun fondasi kuat bagi masa depan kota yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
