Gresik – Semangat tak lekang usia terpancar dari KH. Dr. Yusuf Suharto saat mengisi Pendidikan Kader Guru Nahdlatul Ulama (PKGNU) angkatan pertama di Pesantren Ihyaul Ulum, Gresik, Sabtu (17/5/2025). Dalam acara yang dihadiri ratusan guru NU se-Jawa Timur ini, dewan pakar PC Pergunu Jombang itu menyampaikan materi mendalam tentang fikrah dan harakah Aswaja.
PKGNU yang digelar oleh Pengurus Wilayah Pergunu Jawa Timur ini menghadirkan pakar-pakar pendidikan dan Aswaja dari berbagai wilayah. Yusuf Suharto tampil sebagai salah satu narasumber utama dengan materi yang memukau, menyentuh akar pemikiran Ahlussunah wal Jama’ah serta urgensi penerapannya di lingkungan pendidikan.
“Guru dan murid bisa berbeda pendapat, sebagaimana sesama teman bisa berbeda pendapat,” ujarnya, sembari mengisahkan perdebatan klasik antara Kiai Wahab Hasbullah dan Kiai Bisri Syansuri dengan Kiai Abdul Mu’ti dari Muhammadiyah.
Dalam paparan lanjutannya, Yusuf menjelaskan konsep Fikrah Nahdliyah sebagai landasan berpikir NU yang diuraikan oleh KH. Ahmad Shiddiq pada tahun 1969 dan dirumuskan kembali dalam Munas Alim Ulama 2006. Ia menegaskan pentingnya pemahaman sejarah dan filosofi NU agar para guru bisa menjadi penyampai nilai Aswaja yang relevan bagi generasi muda.
Irma, pengurus PC Pergunu Tuban, mengungkapkan kesannya terhadap materi tersebut. “Setelah materi fikrah dan harakah Aswaja disampaikan, ada pencerahan luar biasa. Penyampaiannya sangat dalam dan runtut,” katanya.
Senada dengan itu, Wasil, Ketua Pergunu Bangkalan, menyebut penjelasan Yusuf sangat mudah dipahami. “Saya jadi makin paham sekarang. Penjelasan beliau tidak berbelit-belit, sangat runtut,” ujarnya.
Semangat Mudir Ma’had Aly Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang ini tetap menyala dalam melestarikan Aswaja. Ia aktif menulis buku-buku Aswaja dan terus berdakwah melalui forum-forum ilmiah. Dalam pandangannya, pendidikan guru adalah kunci untuk menjadikan Aswaja sebagai daya tarik anak muda, bukan sekadar ajaran klasik.
“Dengan pendidikan kader guru NU ini, kita berharap dapat meningkatkan kualitas pendidikan di NU dan melahirkan generasi yang berakhlak mulia dan berwawasan luas,” pungkas Yusuf, yang juga dosen di Universitas KH. Abdul Chalim Pacet Mojokerto.
Acara PKGNU ini menjadi titik tolak penguatan Aswaja di lingkungan guru NU, mempertegas peran mereka sebagai pembawa cahaya nilai-nilai Islam moderat di tengah tantangan zaman.
