Samarinda – Idul Adha tidak hanya menjadi momentum spiritual melalui pelaksanaan ibadah kurban, tetapi juga ruang pembelajaran tentang arti pengorbanan, kepedulian, dan kebersamaan. Di tengah semangat menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Ketua Fraksi PKS DPRD Kalimantan Timur, Firnadi Ikhsan, mengajak masyarakat menghadirkan sikap siap dan senang berkurban, baik dalam konteks ibadah maupun pengabdian sosial demi kemaslahatan umat dan bangsa.
Pesan tersebut disampaikan Firnadi Ikhsan dalam rangka menyambut Idul Adha 1447 Hijriah. Menurutnya, semangat kurban tidak hanya dipahami sebatas pelaksanaan penyembelihan hewan kurban pada hari raya, tetapi juga mencerminkan kesiapan seseorang untuk memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat melalui tindakan nyata, kepedulian sosial, serta semangat berbagi kepada sesama.
“Mari kita hadirkan sikap siap dan senang berkurban, baik dalam dimensi tuntunan ibadah qurban di Idul Adha maupun semangat berkurban untuk kemaslahatan umat dan bangsa,” ujar Firnadi Ikhsan dalam pesan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Ia menilai, nilai utama dalam Idul Adha terletak pada keikhlasan dan kesediaan untuk memberi manfaat kepada orang lain. Menurut Firnadi, semangat pengorbanan yang diajarkan melalui kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS relevan diterapkan dalam kehidupan saat ini, terutama dalam memperkuat solidaritas sosial dan membangun masyarakat yang lebih peduli terhadap sesama.
“Berkurban yang mengajarkan keikhlasan. Berdaya menghadirkan kekuatan umat. Dan berbagi menumbuhkan kasih sayang sosial. Ketika ketiganya bersatu, maka Idul Adha tidak hanya menjadi perayaan ibadah, tetapi juga gerakan membangun peradaban,” lanjutnya.
Sebagai Ketua Fraksi PKS DPRD Kalimantan Timur, Firnadi juga menekankan bahwa semangat berbagi harus menjadi energi sosial yang terus dijaga di tengah berbagai tantangan kehidupan masyarakat. Ia berpandangan bahwa kepedulian sosial dapat menjadi kekuatan penting dalam menjaga persatuan serta menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya bagi kelompok yang membutuhkan perhatian lebih.
Momentum Idul Adha, lanjutnya, juga menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga dari kualitas nilai sosial dan kemanusiaan yang tumbuh di tengah masyarakat. Dengan menanamkan semangat keikhlasan dan pengorbanan, masyarakat diyakini mampu menciptakan lingkungan yang lebih harmonis, saling membantu, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.
Melalui peringatan Idul Adha 1447 Hijriah, Firnadi Ikhsan berharap masyarakat dapat terus menjaga semangat berbagi dan menjadikan nilai-nilai kurban sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, Idul Adha tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga momentum memperkuat karakter sosial dalam membangun umat dan bangsa yang lebih kuat.
