Flores Timur – Gunung Lewotobi Laki-laki di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi pada Jumat (14/3/2025) pukul 17.02 WITA. Letusan ini berlangsung selama 47 detik dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 600 meter di atas puncak atau 2.184 meter di atas permukaan laut.
“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal, condong ke arah utara dan timur laut,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Gunung Lewotobi Laki-laki, Herman Yosef Mboro, dalam laporan tertulis yang diterima di Labuan Bajo, Jumat (14/3/2025).
Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 29,6 mm. Sebelumnya, pada periode pengamatan pukul 06.00 hingga 12.00 WITA, gunung ini telah mengalami tiga kali letusan dengan tinggi kolom abu mencapai 800 meter. Asap letusan berwarna kelabu dengan amplitudo seismik antara 4,4 mm hingga 14,8 mm dan durasi letusan berkisar antara 51 hingga 57 detik.
Saat ini, status Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada di Level III (Siaga). Oleh karena itu, pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi. Untuk sektor barat daya, utara, dan timur laut, larangan aktivitas diperluas hingga enam kilometer.
Masyarakat juga diminta tetap tenang dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah serta tidak mudah percaya pada isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Selain itu, warga di sekitar gunung diimbau mewaspadai potensi banjir lahar hujan, terutama di sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki, jika terjadi hujan deras.
“Untuk masyarakat yang terdampak hujan abu, disarankan memakai masker atau penutup hidung-mulut guna menghindari bahaya abu vulkanik terhadap sistem pernapasan,” tambah Herman.
Dengan status siaga yang masih berlaku, pihak berwenang terus memantau aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki dan akan memberikan pembaruan informasi kepada masyarakat secara berkala.
