Indramayu – Pemerintah Kabupaten Indramayu bergerak cepat dalam menangani dampak angin puting beliung yang menerjang Desa Totora dan Desa Pabean Ilir, Kecamatan Pasekan, pada Kamis (6/3/2025) malam. Bencana ini menyebabkan kerusakan puluhan rumah warga serta fasilitas umum.
Wakil Bupati Indramayu, Saifudin, menegaskan bahwa pemerintah daerah langsung melakukan evakuasi, pendataan kerusakan, serta penanganan darurat guna memastikan keselamatan warga dan meminimalkan dampak lanjutan.
“Pemerintah daerah tidak akan tinggal diam. Saya telah menginstruksikan pihak terkait untuk segera melakukan upaya penanganan bencana,” ujar Saifudin di Indramayu, Sabtu (8/3/2025).
Ia juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap cuaca ekstrem serta menjaga kebersihan lingkungan guna mengurangi risiko bencana serupa.
“Kita harus tetap waspada. Lingkungan harus bersih, jangan membuang sampah ke saluran air, dan pohon yang berpotensi membahayakan sebaiknya dipangkas,” tambahnya.
Saifudin turut mengunjungi rumah warga terdampak serta memberikan dukungan moral. Ia memastikan bahwa proses rehabilitasi fasilitas publik yang rusak akan dipercepat.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Indramayu, Sutrisno, menyampaikan bahwa timnya telah bergerak cepat membersihkan jalan dari pohon tumbang serta melakukan pendataan kerusakan rumah warga dan fasilitas umum.
“BPBD telah menyiapkan posko darurat untuk memudahkan koordinasi dan bekerja sama dengan Dinas Sosial dalam penyaluran bantuan,” ujar Sutrisno.
Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 91 rumah mengalami kerusakan akibat puting beliung ini. Rinciannya, 30 rumah terdampak di Desa Totora dan 61 rumah di Desa Pabean Ilir.
Dengan langkah tanggap darurat yang cepat, Pemkab Indramayu berharap warga dapat segera kembali beraktivitas normal dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
