Jember – Seperti bara yang kembali menyala setelah lama terpendam, geliat sepak bola kampus di Kabupaten Jember kembali menemukan momentumnya melalui gelaran Liga Mahasiswa 2026 yang siap digulirkan dalam waktu dekat.
Agenda ini diawali dengan pelaksanaan technical meeting (TM) dan pengundian grup yang digelar di Kantor Askab PSSI Jember pada Selasa (21/4/2026). Kegiatan tersebut menjadi titik awal kesiapan panitia dan peserta dalam menyongsong kompetisi antarperguruan tinggi paling prestisius di wilayah tersebut. Sebanyak 10 kampus tercatat ikut serta, meski terdapat satu hingga dua peserta yang tidak hadir secara langsung dalam forum tersebut.
Ketua Panitia Liga Mahasiswa 2026, Zaiual Arifin, menjelaskan bahwa sistem kompetisi akan menggunakan format dua grup yang masing-masing diisi lima tim. Setiap tim dijadwalkan menjalani empat pertandingan dalam sistem setengah kompetisi sebelum memasuki fase gugur untuk menentukan juara.
“Antusiasme dari masing-masing perguruan tinggi sangat baik. Ini menunjukkan bahwa semangat sepak bola di kalangan mahasiswa Jember tetap tinggi. Kompetisi ini juga menjadi lanjutan dari Liga Pelajar yang sebelumnya telah kami gelar,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan Liga Mahasiswa direncanakan berlangsung pada [Mei 2026], dengan Stadion Jember Sport Garden (JSG) sebagai lokasi utama yang sedang diupayakan, meski masih menunggu kepastian penggunaan stadion tersebut yang kemungkinan berbenturan dengan agenda Liga 4 nasional.
Selain menjadi ajang kompetisi, Liga Mahasiswa ini juga diproyeksikan sebagai bagian dari pembinaan sepak bola berjenjang di Jember. Program ini melanjutkan ekosistem yang telah dibangun sebelumnya melalui Liga Pelajar, sehingga membuka jalur pengembangan bakat dari usia dini hingga mahasiswa.
“Kami berharap ada dukungan penuh dari pemerintah dan semua pihak. Liga Mahasiswa ini diharapkan tidak hanya sukses, tetapi juga bisa menjadi percontohan bagi daerah lain,” tambah Zaiual.
Wakil Ketua Askab PSSI Jember, Andik Slamet, turut menegaskan bahwa kompetisi ini bukan program instan, melainkan hasil perencanaan panjang yang sempat tertunda selama beberapa tahun.
“Alhamdulillah tahun ini bisa terlaksana. Ada 10 perguruan tinggi yang ikut serta. Ini langkah penting untuk menjaga keberlanjutan pembinaan sepak bola, khususnya setelah Liga Pelajar,” katanya.
Ia juga menyebut bahwa Askab PSSI Jember terus mendorong inklusivitas dalam kompetisi sepak bola, termasuk melalui penyelenggaraan Liga Pelajar secara gratis guna memperluas partisipasi generasi muda.
Dengan semangat kolaborasi antara panitia, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan, Liga Mahasiswa Jember 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga menjadi ladang subur bagi munculnya talenta-talenta muda potensial yang mampu mengangkat prestasi sepak bola daerah ke level yang lebih tinggi.
