Jember – Seperti cahaya yang menyala dari pinggiran, kiprah perempuan daerah kembali mencuri perhatian nasional. Ning Ghyta Eka Puspita, sosok di balik gerakan pemberdayaan keluarga di Jember, sukses mengukir prestasi lewat penghargaan bergengsi yang menegaskan peran strategis perempuan dalam pembangunan sosial.
Penghargaan kategori Puspa Cita diraih oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember tersebut dalam ajang Anugerah Puspa Bangsa 2026 yang diselenggarakan oleh Kompas TV di Menara 1 Kompas, Palmerah, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2026). Ajang ini merupakan bentuk apresiasi terhadap perempuan Indonesia yang dinilai mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat di berbagai sektor. Sejumlah kategori dihadirkan, mencerminkan kontribusi perempuan mulai dari tingkat lokal hingga nasional.
Kategori Puspa Cita sendiri diberikan kepada Ketua TP PKK kabupaten/kota yang berhasil menggerakkan pemberdayaan keluarga secara nyata dan berkelanjutan. Selain Jember, penghargaan serupa juga diberikan kepada Kabupaten Dairi, Kabupaten Puncak, serta Kota Balikpapan, yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi berbasis masyarakat.
“PKK hadir untuk mendampingi dan menguatkan perempuan agar mampu menjadi penggerak dari lingkup keluarga. Dari sana perubahan bisa dimulai,” ujar Ning Ghyta dalam pernyataannya pada Selasa (21/4/2026).
Ia menegaskan bahwa capaian tersebut bukanlah hasil kerja individu, melainkan buah dari kolaborasi berbagai elemen masyarakat. Menurutnya, kekuatan utama terletak pada keluarga sebagai unit terkecil yang memiliki peran besar dalam menyelesaikan persoalan sosial.
Salah satu inovasi unggulan yang digagas adalah program Mlijo Cinta yang terintegrasi dengan Dekranasda. Program ini menjadi ruang pemberdayaan bagi pelaku usaha perempuan, mulai dari fasilitasi legalitas usaha, peningkatan kualitas produk, hingga penguatan strategi pemasaran agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Selain sektor ekonomi, perhatian juga diberikan pada bidang kesehatan. Dukungan terhadap keberadaan 1.200 tenaga kesehatan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan, khususnya dalam kesehatan ibu dan anak. PKK turut berperan sebagai jembatan antara kebutuhan masyarakat dengan kebijakan pemerintah daerah.
“Penghargaan ini adalah milik bersama. Saya dedikasikan untuk seluruh perempuan Jember, khususnya kader PKK, kader posyandu, dan anggota Dekranasda yang telah bekerja tanpa lelah,” tuturnya.
Ajang penghargaan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh perempuan nasional, di antaranya Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, serta Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan terhadap peran perempuan dalam pembangunan nasional.
Di akhir acara, Ning Ghyta mengajak perempuan Indonesia untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk memanfaatkan teknologi secara bijak dan produktif.
“Perempuan memiliki peran strategis dalam membentuk masa depan. Mari terus belajar, berkembang, dan menjadi versi terbaik diri kita,” pungkasnya.
Penghargaan ini menjadi bukti bahwa gerakan dari daerah mampu memberikan dampak luas, sekaligus mempertegas bahwa perempuan adalah pilar penting dalam membangun masyarakat yang lebih kuat dan berdaya.
