Mojokerto – Menyambut bulan suci Ramadhan 2025, Polres Mojokerto Kota meningkatkan patroli dan pengawasan guna mengantisipasi perang sarung serta balap liar yang sering terjadi di kalangan remaja. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan penuh berkah.
Kapolres Mojokerto Kota AKBP Daniel S. Marunduri S.I.K., M.H., melalui Kasihumas IPDA Slamet Haryono, menegaskan bahwa perang sarung dan balap liar yang awalnya dianggap sebagai permainan tradisional kini telah berkembang menjadi aksi berbahaya yang dapat memicu tindak kekerasan.
“Kami tidak akan mentolerir aksi yang dapat mengganggu ketertiban dan membahayakan keselamatan. Perang sarung dan balap liar yang melibatkan aksi kekerasan bisa berujung pada tindakan kriminal. Kami juga siaga untuk melakukan patroli di titik-titik rawan terutama selepas sholat Tarawih dan menjelang sahur,” ujar IPDA Slamet.
Fenomena perang sarung yang sebelumnya hanya menggunakan sarung sebagai alat bermain, kini telah berubah menjadi aksi berbahaya. Beberapa kelompok remaja mulai menyisipkan benda keras seperti batu hingga senjata tajam dalam sarung mereka, sehingga meningkatkan potensi luka serius.
Personel kepolisian pun menghimbau para orang tua serta tokoh masyarakat untuk lebih aktif mengawasi anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam kegiatan berisiko ini.
Selain patroli, Polres Mojokerto Kota juga membuka saluran pengaduan bagi masyarakat yang menemukan aktivitas mencurigakan atau kejadian yang mengganggu ketertiban selama Ramadhan.
“Kami berkomitmen menjadi mitra masyarakat dalam menjaga bulan suci Ramadhan. Bagi masyarakat yang mengetahui kejadian tersebut, dapat melaporkan melalui WhatsApp Kandani di 082144130110 atau Call Center 110,” pungkas IPDA Slamet.
