Kediri – Paslon nomor urut 1 Vinanda Prameswati dan KH Qowimuddin Thoha (Gus Qowim) tampil cemerlang di debat pamungkas Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwali) Kediri 2024, di Insumo Kediri Convention Centre (IKCC), pada Rabu malam 20 November 2024.
Paslon nomor urut 01 itu berhasil melalap semua pertanyaan dan tanggapan acara debat pamungkas dari panelis serta paslon 02 Ferry Silviana Feronica – Regina Nadya Suwono.
Ada empat sub tema yang digunakan dalam debat publik kedua ini. Baik sub tema ekonomi kreatif, kebudayaan, Indonesia emas hingga sub tema “Mewujudkan Good Governance” sukses dilahap dengan jawaban yang konstruktif berdasarkan 7 program prioritas mereka (SAPTA CITA).
“Kita berkumpul di IKCC bukan hanya berbicaya untuk masa kini, tetapi juga untuk merancang masa depan Kota Kediri yang lebih maju, lebih agamis, lebih produktif, lebih aman dan lebih ngangeni,” kata Vinanda.

Dalam penyampaian visi misi dan program kerja, Vinanda berbicara tentang Kediri dengan segala potensi yang dimiliki, sejarah, budaya serta sumber daya manusianya, terutama kaum muda. Dia pun membakar semangat untuk bangkit dan membawa Kota Kediri ke arah yang lebih gemilang dengan memerangi segala bentuk Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).
Perempuan pegiat sosial kemasyarakatan ini mengajak semua, terutama kaum muda untuk menyadari perubahan zaman yang sangat cepat. Maka perlu segera beradaptasi, agar tidak tertinggal. Menurutnya, saat ini adalah waktu yang tepat untuk membawa perubahan yang positif.
Saat ini kita berada di titik perubahan. Titik dimana kaum muda jumlahnya makin meningkat dan tumbuh berkembang di tengah kemajuan teknologi. Mereka adalah generasi yang memiliki potensi luar biasa untuk membawa Kediri ke arah yang lebih gemilang. Mereka adalah masa depan kita,” jelasnya.
“Mereka memiliki kekuatan dan ide – ide kreatif yang harus kita dukung. Inilah saatnya Kediri bangkit. Saatnya menjadi kota yang lebih kreatif, kota yang lebih berdaya saing, lebih berkebudaan, dan yang terpenting Kota Kediri bebas Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN),” pungkas tokoh muda yang aktif di bidang pergerakan sosial kemasyarakatan.
