Banyuwangi – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan pelatihan kepada ratusan personel BPBD se-Jatim. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kelengkapan fasilitas penanggulangan bencana.
Kegiatan Sarasehan Gelar Peralatan dan Logistik, diikuti personel BPBD kabupaten/kota se-Jawa Timur. Kegian akan berlangsung pada 13-16 Juli 2024 di kawasan Pantai Boom, Banyuwangi.
“Ada beberapa kegiatan di antaranya lomba memasang tenda, lomba mengatasi ketika terjadi bencana di air, dan sebagainya,” kata Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, kepada wartawan di Banyuwangi, Minggu (14/7/2024).
Bantuan Operasional dan Kewaspadaan Musim Kemarau
BNPB juga memberikan bantuan anggaran operasional. Hal ini disebabkan oleh puluhan kabupaten/kota di Jawa Timur yang telah menetapkan status siaga darurat kekeringan memasuki musim kemarau tahun ini.
Beberapa daerah di Jawa Timur sudah memasuki musim kemarau meskipun di provinsi lainnya masih terjadi hujan.
“Ada beberapa daerah di Jatim yang sudah 45 hari tidak hujan, sehingga pengalaman-pengalaman tahun sebelumnya menunjukkan bahwa bencana adalah kejadian yang berulang, tidak tiba-tiba,” ujar Suharyanto.
Kegiatan Sarasehan Gelar Peralatan dan Logistik ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan, persiapan, dan kesiapsiagaan personel menghadapi musim kemarau.
“Dimulai dengan melihat kesiapan peralatan, perlengkapan, serta logistik di masing-masing BPBD se-Jawa Timur,” tambahnya.
Sinergi dan Kolaborasi Antar Kabupaten/Kota
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, mengatakan bahwa Sarasehan Gelar Peralatan dan Logistik Bencana 2024 digelar. Tujuannya untuk mengukur kesiapan masing-masing kabupaten/kota di Jawa Timur dalam menghadapi bencana.
“Kegiatan ini agar ada sinergi dan kolaborasi sehingga antar kabupaten/kota nantinya bisa saling melengkapi dan membantu satu sama lain,” kata Adhy.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, berterima kasih atas kesempatan menjadi tuan rumah sarsehan ini serta bantuan alat dan dana siap pakai.
“Banyuwangi salah satu daerah di Jatim yang memiliki potensi bencana yang cukup beragam. Kami menyadari potensi ini dengan terus meningkatkan kesiapsiagaan daerah. Salah satu caranya mencukupi peralatan, logistik, dan menyiapkan sumber daya manusia lapangan,” ujar Ipuk.
