Jombang – Jamaah haji asal Kabupaten Jombang akan tiba di Kota Santri mulai besok Selasa (9/7/2024) dan Rabu (10/7/2024).
Sebanyak 1.165 jamaah haji akan tiba di Pendopo Kabupaten Jombang dengan jadwal yang berbeda-beda. Pada hari Selasa (9/7/2024) jamaah dari kloter 61 sebanyak 388 orang akan tiba di pendopo pukul 16.25 WIB.
Ratusan jamaan dari kloter 61 ini diantrkan ke pendopo dengan 9 armada bus. Kemudian pada pukul 17.15 WIB menyusul jamaah kloter 62 sebanyak 366 jamaah dengan 9 armada bus.
Dilanjutkan pukul 21.35 WIB disusul 366 jamaah dari kloter 63 dengan 9 armada bus. Menyusul pada Rabu (10/7/2024) dini hari pukul 01.50 WIB jamaah kloter 64 sebanyak 74 jamaah dengan diantar 2 armada bus.
Kepada Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang, Muhajir sata dikonfirmasi mengatakan, total jamaah haji asal Jombang yang akan pulang dari tanah suci sebanyak 1.165 orang.
Jumlah itu berkurang dari sebelumnya sebanyak 1.168 jamaah. Dimana tiga jamaah diantaranya meninggal dunia. Muhajir menjelaskan, untuk para jamaah yang meninggal saat menjalani ibadah di tanah suci akan mendapatkan asuransi.
“Jamaah yang meninggal di Makkah akan mendapatkan asuransi kematian dari Kemenag RI,” katanya saat dikonfirmasi, Senin (8/7/2024).
Nantinya, besaran asuransi yang akan diberikan senilai satu kali biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH), sekitar Rp 58 juta.
“Proses pencairannya akan dilakukan usai semua jamaah kembali. Sebelum itu kami akan melaporkan ke Kemenag perihal jumlah jamaah yang meninggal,” katanya.
Setelah proses pelaporan itu, barulah nantinya akan dilakukan verifikasi dan asuransi kemudian di transfer ke rekening BIPIH jamaah yang meninggal di tanah suci.
Tiga jamaah haji asal Kabupaten Jombang meninggal saat menjalani rangkaian ibadah di tanah suci.
Tiga jamaah tersebut berasal dari beberapa kecamatan. Jamaah haji yang meninggal diantaranya ada Saeman Tarban (72) warga Dusun Klampisan, Desa Tondowulan, Kecamatan Plandaan Jombang dan Djafar Achmad Sofyan (77) warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang.
Dan Satu jamaah lainnya bernama Dewi Aminah Solikin (86) Jamaah asal Kabupaten Jombang Kooter Sub 64 Rombongan 8.
Di tengah suasana haru, keluarga dan kerabat dari jamaah yang meninggal dunia mendapatkan dukungan moril dari masyarakat.
“Kami turut berduka cita yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Semoga mereka diberi kekuatan dan ketabahan,” ujar salah satu keluarga jamaah haji yang menunggu di pendopo.
Kepulangan jamaah haji tahun ini tidak hanya menjadi momen pertemuan kembali, tetapi juga mengingatkan akan kebesaran hati dalam menghadapi kehilangan. Bagi masyarakat Jombang, ibadah haji selalu menjadi perjalanan spiritual yang penuh makna, dan kepulangan jamaah haji disambut dengan rasa syukur yang mendalam.
Momen ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya kebersamaan dan dukungan satu sama lain, terutama dalam menghadapi suka dan duka kehidupan. Semoga kepulangan para jamaah haji ini membawa berkah dan kedamaian bagi seluruh masyarakat Kabupaten Jombang.
