Surabaya – Direktur Utama PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), Didik Prasetiyono, memberikan tips tentang cara memupuk kepemimpinan yang adaptif dari ruang kelas ke ruang rapat kepada mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Acara ini berlangsung dalam The Grand Leader Summit dengan tema “Transitioning from Academic Excellence to Business Leadership” di Surabaya, Senin (8/7/2024).
“Kepemimpinan tidak hanya tentang posisi atau jabatan, tetapi juga tentang bagaimana kita beradaptasi dengan perubahan dan mempengaruhi orang lain secara positif,” kata Didik.
Menurut Didik, pendidikan formal perlu didampingi dengan pengalaman praktis. Ia mendorong para mahasiswa untuk mencari kesempatan magang, proyek nyata, dan partisipasi dalam organisasi mahasiswa. Pengalaman praktis, katanya, memberikan wawasan tentang dunia kerja yang sebenarnya dan membantu dalam mengaplikasikan teori yang telah dipelajari.
“Memimpin sebuah tim, bahkan dalam proyek kecil, dapat memberikan pengalaman berharga dalam mengelola orang dan sumber daya,” ujarnya.
Sebagai alumnus Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Airlangga (FEB Unair), Didik menekankan pentingnya pengembangan keterampilan kepemimpinan secara berkelanjutan. Ia menyarankan mahasiswa untuk selalu mencari peluang untuk memimpin, baik dalam proyek kecil maupun besar.
Selain itu, Didik menekankan pentingnya jaringan dalam membangun karir. Ia mendorong mahasiswa untuk aktif dalam berbagai acara dan komunitas profesional, karena jaringan yang kuat dapat membuka banyak peluang karir dan memberikan dukungan yang dibutuhkan untuk berkembang.
“Jangan takut untuk memulai percakapan dan membangun hubungan yang bermakna,” katanya.
Didik juga menekankan pentingnya pembelajaran berkelanjutan di era yang terus berkembang pesat dan berubah setiap saat. Ia menyarankan mahasiswa untuk terus belajar, mengikuti kursus, membaca buku, dan tetap update dengan perkembangan terbaru di industri dan dunia kerja.
“Pembelajaran berkelanjutan adalah kunci untuk tetap relevan dan kompetitif,” tuturnya.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, yang juga Ketua Ikatan Alumni ITS, menyampaikan bahwa tonggak tertinggi pembangunan bangsa saat ini dipegang oleh pemuda. Upaya penyiapan pemuda sebagai pemimpin, menurut Eri, merupakan langkah yang seharusnya menjadi konsentrasi semua pihak, termasuk perguruan tinggi.
“ITS dalam hal ini memegang peranan penting yang seyogyanya dapat berkontribusi dalam akselerasi lahirnya agen muda terbaik,” ujarnya.
Eri menekankan pentingnya kolaborasi antara ITS sebagai institusi pendidikan dengan pemerintah maupun industri untuk mewujudkan impian tersebut. Pembangunan sumber daya yang berawal dari kolaborasi riset maupun integrasi teknologi, menurutnya, akan membantu mengasah kemampuan pemecahan masalah dan kepemimpinan mahasiswa.
“Sehingga bisa disimpulkan pentingnya peran kampus dalam hal ini,” ucapnya.
