Jombang – Penggunaan anggaran Rp5,4 Miliar untuk proses pembangunan tidak membuat bangunan Puskesmas Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur kuat.
Buktinya, lantai tempat fasilitas kesehatan pertama ini malah mengalami keretakan dan ambles. Ada dua titik lantai puskesmas yang ambles, yakni di lorong akses dari ruangan pelayanan menuju ke poli gigi.
Kerusakan lantai itu sepanjang 7 meter dan lebar kedalamannya 30 sentimeter.
Kemudian di titik kedua di bagian toilet pasien khusus disabilitas dengan keretakan sekitar 1 meter persegi. Kerusakan tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, Jumat (31/5/2024).
Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang Syaiful Anwar menyebut kondisi tersebut akibat pengerjaan proyek pembangunan sebelumnya tidak sempurna. Terutama, pada proses pemadatan tanah urug. Proses pemadatan yang diduga tidak sempurna itu kemudian membuat penurunan settlement tanah.
“Dugaan sementara pemadatan tanah tidak sempurna,” ucapnya saat dikonfirmasi, Senin (3/6/2024).
Menindaklanjuti hal ini, pihak Dinkes Jombang sudah melakukan komunikasi dengan kontraktor yang menjadi pelaksana proyek pembangunan. Pihaknya juga sudah meminta pertanggungjawaban karena gedung tersebut masih dalam proses pemeliharaan.
“Jadi, kami sudah menghubungi pihak kontraktor untuk minta diperbaiki karena itu masih tanggung jawab kontraktor. Masih dalam massa pemeliharaan. Dalam waktu satu minggu sudah selesai,” ungkapnya.
Meskipun lantai puskesmas ambles, ia menuturkan tidak ada kerugian fisik pada insiden ini. Namun, berdampak pada kemanfaatan bangunan. “Tidak ada kerugian, tapi berdampak kepada akses manfaat karena ini tempat pelayanan,” jelasnya.
Meskipun ada keretakan di beberapa bagian, aktivitas pelayanan tetap berlanjut. “Nanti akan diperbaiki, karena yang ambles hanya beberapa meter saja. Tapi tetap akan kami lihat apakah ada kerusakan lainnya. Sementara akan ada pengalihan jalur dulu supaya akses pelayanan masih bisa jalan,” pungkasnya.
Sebagai informasi, proyek pembangunan Puskesmas Mojoagung ini menghabiskan anggaran sebesar Rp 5.455.642.000 dari APBD tahun 2023. Proyek ini sendiri dikerjakan oleh CV Sugio Langgeng dan pengawas dari CV Syahir Consultant.
Dalam kontrak kerjanya, pengerjaan proyek pembangunan puskesmas ini dimulai pada 12 Juli dan selesai 8 November 2023. Proyek pembangunan tersebut kemudian sudah diserahterimakan pada awal Januari 2024.
