Tenggarong – Dinas Perhubungan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar rapat forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Kabupaten Kukar untuk membahas rencana pemindahan jalur Car Free Day (CFD). Rapat ini, yang dipimpin oleh Kepala Dinas Perhubungan Kukar, Junaidi, berlangsung di Kantor Dishub Kabupaten Kukar, Senin (13/5/2024).
Hadir dalam acara tersebut berbagai pihak terkait, termasuk perwakilan Satlantas Polres Kabupaten Kukar, Kodim 0906 Kabupaten Kukar, Satpol PP, serta berbagai dinas terkait lainnya. Diskusi ini bertujuan untuk mendengar usulan-usulan terkait pemindahan lokasi CFD guna memastikan kelancaran lalu lintas dan keresahan masyarakat.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kutai Kartanegara, Junaidi, menyampaikan bahwa pemindahan lokasi CFD bertujuan untuk memastikan lalu lintas tetap lancar dan tidak mengganggu kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Semua usulan akan menjadi pertimbangan agar kegiatan CFD bisa berjalan baik dan lancar,” ungkap Junaidi.
Salah satu usulan menarik datang dari perwakilan Sempekat Keroan Kutai, Surya Agus, yang mengusulkan agar kawasan CFD disinkronkan dengan kawasan budaya. Menurutnya, pemindahan lokasi CFD dapat membuka peluang bagi para seniman dan pelaku UMKM untuk turut serta meramaikan event tersebut, sambil memperkenalkan berbagai situs budaya yang ada di Kutai Kartanegara.
Perwakilan Satlantas Polres Kutai Kartanegara, Indarto, menekankan pentingnya penataan parkir dan UMKM untuk menghindari gangguan pada peserta CFD yang sedang berolahraga atau bersepeda.
“Kita harus memikirkan akses kendaraan prioritas seperti ambulans dan damkar agar tidak terlalu jauh mengambil rute akibat penutupan ruas jalan,” ujarnya.
Dalam kesepakatan akhir, lokasi Car Free Day akan dipindahkan dari Jalan KH Akhmad Muksin ke sekitar Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dan Museum Mulawarman. Tidak hanya itu, forum juga membahas penanggung jawab, kebersihan area, pengaturan pedagang UMKM, serta edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait pemindahan lokasi CFD dan rute alternatif yang akan ditutup.
Dengan demikian, pemindahan lokasi Car Free Day diharapkan tidak hanya meningkatkan keselamatan dan kelancaran lalu lintas, tetapi juga menyemarakkan kehidupan budaya dan ekonomi lokal di Kutai Kartanegara.
