Kutim – Penangan stunting di Kabupatan Kutai Timur mengalami kendala. Keterbatasan anggaran dan Sumber Daya Manusia (SDM) masih menghantui. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pengendalian Pendudukan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur, Ronny Bonar walaupun menghadapi tantangan namun berkat upaya kolaborasi dengan OPD lain maslah ini bis ateratasi.
“Awalnya kami kesulitan dalam alokasi anggaran untuk fokus penanggulangan stunting, namun kerjasama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Kesehatan menjadi pilar penting dalam penanganan stunting. Bappeda dan Dinkes memberikan dukungan penting dan menegaskan bahwa anggaran untuk stunting harus tetap terjaga,” ungkap Ronny Bonar saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (23/11/2023).
Selain masalah anggaran, kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) terutama di bidang Teknologi Informasi (IT) menjadi hambatan lain yang dihadapi DPPKB Kutai Timur. Ronny Bonar menggarisbawahi rencana penambahan SDM di bidang IT dan Humas sebagai solusi.
“Kami masih kekurangan tenaga terutama pada bidang IT. Kami sudah berkoordinasi untuk menambah SDM di bagian IT dan Humas karena kami memiliki tugas dalam informasi, komunikasi, dan edukasi yang juga merupakan peran media,” paparnya.
Dalam upaya meningkatkan akses informasi, Ronny Bonar menyoroti pentingnya sinergi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Meskipun setuju bahwa informasi DPPKB harus tersedia melalui Kominfo, ia menegaskan pentingnya keterlibatan internal DPPKB dalam pengelolaan informasi.
“Walau kita bisa berkolaborasi, kami tetap memprioritaskan pengelolaan internal. Minimal kami memiliki 2 orang untuk mengurus itu,” ungkapnya.
Selain itu, Ronny Bonar mengumumkan rencana DPPKB Kutai Timur untuk meluncurkan website khusus sebagai platform pusat untuk mengakses informasi kegiatan DPPKB.
“Kami berencana meluncurkan website khusus DPPKB minggu depan sebagai upaya untuk mengakses informasi kegiatan DPPKB. Namun, kami masih memerlukan bantuan untuk pengisian konten,” jelasnya.
DPPKB Kutai Timur juga telah menetapkan Person In Charge (PIC) di setiap bidang untuk mengelola konten dan juga seorang pejabat pengelola informasi dan dokumentasi (PPID) untuk koordinasi informasi dengan Kominfo.
Ronny Bonar dan timnya berupaya keras untuk mengatasi tantangan yang dihadapi dalam menangani stunting dengan langkah-langkah inovatif, berkolaborasi lintas sektor, dan memanfaatkan teknologi untuk menyediakan informasi yang lebih baik kepada masyarakat.
