Balikpapan – Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Timur (BRIDA Kaltim) melalui Bidang Ekonomi dan Pembangunan menyelenggarakan Ekspose Seminar Hasil Riset Model Mitigasi Bencana Hidrometeorologi di Daerah Penyangga Ibu Kota Negara Baru Dalam Mendukung Pengelolaan Sumber Daya Air Berkelanjutan. Ekspose ini diselenggarakan secara daring dan luring bertempat di Hotel Blue Sky Balikpapan, Selasa (7/11/23).
Acara Ekspose dimulai dengan laporan Ketua Tim Riset Mardiany Dalam laporannya beliau menyampaikan bahwasanya Riset ini adalah menggunakan sekema kolaborasi antara Peneliti BRIDA Kaltim dengan Peneliti Pusar Riset Iklim dan Atmosfer BRIN.
Latar belakan dari pemilihan tema riset ini berkaitan dengan isu kebencanaan dan kebutuha air bersih, pada penelitian ini tim riset memilih Lokus di Penajam Paser Utara dimana sebagian lokasi di jadikan wilayah IKN.
Selanjutnya acara dibuka oleh Sekretaris Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Timur Charmarijaty Sebelum membuka acara ia menyampaikan bahwasanya Bencana Hidrometeorologi dalam satu dekade terakhir marak dibahas.
Mitigasi Bencana Hidrometeorologi di Daerah Penyangga terkait erat dengan pendekatan wilayah ekologis yang digunakan, oleh karena itu identifikasi, analisis geospasial dan pemetaan potensi permasalahan lingkungan berbasis wilayah ekologis merupakan hal yang sangat penting dalam riset ini. Diharapkan rekomendasi hasil riset ini dapat menjadi bahan dalam penyusunan program kegiatan lintas sektor dan lintas wilayah yang terintegrasi.
Dalam acara Ekspose ini turut hadir Kepala Pusat Riset Iklim dan Atmosfer, ORKM BRIN Albertus Sulaiman, Semeidi Husrin Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Kebencanaan Geologi, ORKM BRIN dan secara daring turut hadir Muhammad abdul Kholiq IPU Direktur Kebijakan Lingkungan Hidup, Kemaritiman, Sumber Daya Alam dan Ketenaga Nukliran Sebagai Narasumber. Dan turut hadir Tubagus Solihuddin Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN sebagai Penaji. Setah turuthadir dari unsur Perangkat Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Timur dan Dari Unsur Akademisi.
Dalam sesi paparan Mardiany menyampaikan bahwa hasil riset ini menunjukkan bahwa daerah penyangga IKN memiliki potensi bencana hidrometeorologi yang cukup tinggi, seperti banjir, longsor, dan kekeringan. Untuk itu, diperlukan upaya mitigasi bencana yang terintegrasi dan berbasis wilayah ekologis.
Albertus Sulaiman dalam paparannya menyampaikan bahwa mitigasi bencana hidrometeorologi dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, seperti pendekatan fisik, pendekatan sosial, dan pendekatan kelembagaan. Pendekatan fisik dapat dilakukan dengan membangun infrastruktur pengendali banjir, seperti bendungan, tanggul, dan waduk.
“Pendekatan sosial dapat dilakukan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya bencana dan cara-cara mitigasinya. Pendekatan kelembagaan dapat dilakukan dengan memperkuat sistem peringatan dini bencana dan kesiapsiagaan masyarakat,” ujarnya.
Muhammad Abdul Kholiq dalam paparannya menyampaikan bahwa pengelolaan sumber daya air di daerah penyangga IKN harus dilakukan secara berkelanjutan.
“Hal ini penting untuk mendukung pembangunan IKN dan menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat di daerah tersebut,” terangnya.
Acara Ekspose ini berlangsung selama satu hari dan ditutup dengan sesi tanya jawab dan diskusi. Hasil riset ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan mitigasi bencana hidrometeorologi dan pengelolaan sumber daya air di daerah penyangga IKN.
