Mojokerto – Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati, menegaskan komitmennya dalam mendidik para orang tua, khususnya ibu, untuk memperhatikan kesehatan dan pertumbuhan anak-anak sesuai usia. Acara “Selasa Sehat Turunkan Stunting AKB dan AKI (Sehati)” yang diadakan di Desa Panggih, Kecamatan Trowulan, pada Selasa (24/10/2023).
Bupati Fahmawati menjelaskan bahwa stunting, atau gagal tumbuh, adalah akibat dari kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang pada balita. Hal ini dapat berdampak serius pada perkembangan otak anak, bahkan mengancam kecerdasan mereka hingga 20% di bawah standar.
“Kata kunci stunting adalah kurang gizi. Secara lengkap, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis disertai infeksi yang berulang. Bagi orang tua yang punya anak balita, jangan sampai jatuh dalam status stunting yang berpengaruh terhadap perkembangan otak. Sebab jika bayi-bayi lahir dalam kondisi stunting, maka dapat berisiko mengurangi kecerdasan hingga 20% di bawah standar,” katanya.
Ia meminta kepada orang tua, terutama yang memiliki balita, untuk memastikan asupan gizi yang mencukupi, termasuk protein hewani seperti ayam, daging, ikan, dan telur, serta protein nabati seperti kacang-kacangan.
Bupati juga menekankan pentingnya pencegahan stunting sejak dini, mulai dari calon ibu, saat hamil, hingga masa remaja. Ia menyarankan untuk memenuhi kebutuhan zat besi agar tidak mengalami kekurangan darah.
Selain masalah gizi, bupati juga mengedukasi para ibu tentang pentingnya membangun karakter anak melalui kasih sayang. Bupati Fahmawati mendorong para ibu untuk mendidik anak-anak sejak dini, bahkan dalam hal-hal sederhana seperti saat makan. Ia menyarankan agar aktivitas makan harus dilakukan dengan duduk, bukan sambil berdiri, jalan-jalan, atau menggunakan gadget.
Bupati juga menekankan agar ibu tidak perlu mencicipi makanan pendamping, tetapi yang terpenting adalah anak mau makan. Dia menjelaskan bahwa makanan pendamping seharusnya tidak memerlukan tambahan garam, gula, atau penguat rasa. Anak-anak sebaiknya dikenalkan dengan rasa makanan yang asli dan alami.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Camat Trowulan, Ketua TP PKK Trowulan, Kabid Kesmas Dinas Kesehatan, dan Kapus Tawangsari yang diwakili.
Komitmen Bupati Mojokerto dalam mengatasi stunting dan meningkatkan gizi anak-anak menjadi langkah penting dalam upaya memastikan generasi masa depan yang lebih sehat dan cerdas.
“Ketika anak sudah mulai bisa diberi makanan pendamping, biasakan dan kenalkan bahwa aktifvitas makan itu harus duduk. Jangan biasakan makan sambil beridiri, jalan-jalan, nonton gadget, dan penipuan. Penipuan disini artinya jangan biasakan mengalihkan perhatian anak dengan cara apapun agar dia mau makan,” pungkasnya.
