Kota Mojokerto – Antusiasme tinggi terlihat dalam seleksi terbuka pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto. Sebanyak 50 pendaftar bersaing memperebutkan 10 posisi strategis, dua di antaranya merupakan jabatan staf ahli yang menjadi favorit para pelamar.
Data resmi dari panitia seleksi menunjukkan bahwa posisi Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi yang paling diminati dengan total 20 pendaftar. Diikuti oleh posisi Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik yang menarik minat 11 pelamar. Sementara itu, posisi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga mendapat perhatian dengan 10 pendaftar.
“Masih berproses, datanya (pendaftar) sudah di pansel,” ujar Kepala BKPSDM Kota Mojokerto, Muraji, saat dikonfirmasi terkait tahapan seleksi.
Proses ini merupakan bagian dari kebijakan reformasi birokrasi yang menekankan transparansi dan kompetensi melalui mekanisme seleksi terbuka. Beberapa peserta bahkan tercatat melamar pada dua jabatan sekaligus, menandakan tingginya persaingan.
Menurut informasi, posisi staf ahli menjadi favorit karena perannya yang strategis dalam mendukung kebijakan wali kota. Jabatan ini dinilai memiliki pengaruh signifikan dalam pengambilan keputusan serta membuka ruang pengembangan karier bagi pejabat eselon II B.
Sayangnya, hingga berita ini ditulis, Sekretaris Daerah Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo, belum memberikan keterangan resmi terkait tahapan lanjutan dan jadwal pengumuman hasil seleksi.
Seleksi ini menjadi momen penting dalam peta perombakan struktur pemerintahan daerah. Hasil akhirnya diperkirakan akan memberi dampak besar pada efektivitas layanan publik dan dinamika kepemimpinan birokrasi Kota Mojokerto.
