Tempat kembali yang pasti itu bernama Syam. Di tengah perjalanan manusia yang berbeda-beda — ada yang lahir dalam keluarga muslim yang taat, ada pula yang jauh dari nilai Islam — satu hal yang pasti adalah akhirnya. Bukan awal yang menilai manusia di hadapan Allah, tetapi bagaimana mereka menutup perjalanan hidupnya.
Rasulullah SAW pernah bersabda, “Kita adalah umat yang terakhir, tetapi yang pertama di hari kiamat.” (HR Muslim). Hadis ini membawa pesan penting bahwa walaupun kita datang paling akhir dalam sejarah umat manusia, tapi Allah telah memilih kita sebagai yang paling dekat dengan hari akhir, dan bahkan menjadi yang pertama merasakan keberkahan surga.
Menjadi umat terakhir berarti menjadi generasi penutup. Maka kita pun dibekali dengan misi akhir zaman yang tak biasa. Sebab, setelah kita, tidak ada lagi. Dan tempat akhir itu pun sudah ditunjukkan oleh Rasulullah SAW — negeri Syam, tanah yang Allah berkahi, tempat yang menjadi titik temu seluruh manusia di hari kiamat.
Dalam hadis riwayat Ahmad, disebutkan bahwa Syam adalah padang tempat berkumpul dan tempat menyebar manusia di Yaumil Qiyamah. Di sanalah kita akan hadir, entah dengan kaki telanjang, menaiki kendaraan, atau bahkan berjalan terbalik — semua akan berkumpul, tak peduli bagaimana keadaannya.
“Pilihlah Syam, karena ia adalah negeri pilihan Allah dan Allah kumpulkan di sana hamba-hamba pilihannya,” sabda Nabi Muhammad SAW kepada Ibn Hawalah saat bertanya di mana seharusnya dia berada ketika fitnah akhir zaman terjadi. (HR Abu Dawud, dihasankan oleh Al-Arnauth)
Syam bukan hanya tempat sejarah. Ia adalah titik akhir dari seluruh narasi manusia. Ia akan menjadi meeting point besar di Yaumil Mahsyar, tempat di mana lembaran hidup ditutup dan tak ada lagi ruang untuk pilihan, hanya penghitungan amal dan keadilan Allah.
Oleh karena itu, perhatian terhadap Syam bukan hanya karena sejarah atau konflik. Tapi karena ia mengandung pesan akhir, tempat Allah kumpulkan umat pilihan-Nya, tempat umat ini akan disatukan kembali, dalam keadaan apa pun.
Syam bukan hanya bagian dari peta. Ia adalah bagian dari janji.
