Sidoarjo – Suasana Ramadan di Rumah Dinas Ketua DPRD Sidoarjo terasa hangat saat ratusan anak yatim berkumpul dalam kegiatan buka puasa bersama. Di tengah kegiatan tersebut, Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih menegaskan bahwa pendidikan bagi anak yatim, piatu, dan keluarga kurang mampu harus menjadi perhatian bersama.
Kegiatan bertajuk buka puasa bersama sekaligus santunan anak yatim itu berlangsung di Rumah Dinas Ketua DPRD Sidoarjo di Jalan Sultan Agung, pada Rabu (5/3/2026). Acara tersebut juga dihadiri sejumlah pemangku kepentingan pendidikan, mulai dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo, para pejabat bidang pendidikan, hingga perwakilan sekolah swasta di wilayah tersebut.
Dalam kesempatan itu, Abdillah Nasih menekankan bahwa seluruh pihak yang bergerak di bidang pendidikan harus memastikan anak-anak dari keluarga tidak mampu tetap memperoleh kesempatan belajar.
“Tolong para pejuang pendidikan harus memastikan anak-anak yatim, anak-anak kurang mampu, afirmasi dan yang lain harus sekolah,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memperbanyak amal dan kepedulian sosial kepada anak-anak yatim serta masyarakat yang membutuhkan, terutama di bulan suci Ramadan yang penuh berkah.
“Apalagi di bulan Suci Ramadan ini, perbanyaklah bersedekah kepada anak-anak yatim dan yang membutuhkan. Yakin itu, kalau ada sekolah atau sektor lain yang menolak anak miskin dan yatim piatu, tidak akan barokah,” tambahnya.
Menanggapi arahan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo, Dr. Tirto Adi, menyatakan kesiapan pihaknya untuk menjalankan kebijakan yang berpihak kepada anak-anak dari kelompok afirmasi. Ia menegaskan bahwa jalur afirmasi dalam penerimaan peserta didik akan diprioritaskan bagi kelompok yang membutuhkan perhatian khusus.

“Sesuai kebijakan Bupati Sidoarjo dan Wakil Bupati Sidoarjo serta amanat dari Ketua Dewan Sidoarjo, untuk jalur afirmasi akan kami tempatkan sebagai prioritas pertama,” ujarnya.
Menurut Tirto, jalur afirmasi ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga fakir miskin, anak yatim piatu, anak penyandang disabilitas, serta mereka yang tinggal di wilayah dengan akses pendidikan yang terbatas. Pemerintah daerah juga masih memetakan sejumlah sekolah di daerah yang sulit dijangkau untuk menjadi prioritas dalam pemerataan pendidikan.
“Kita masih mempunyai delapan sasaran sekolah daerah sulit terjangkau, yakni di tujuh sekolah dan satu madrasah. Itu nanti yang kita prioritaskan untuk jenjang selanjutnya,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD Swasta se-Kabupaten Sidoarjo, Muhammad Sugeng, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Ketua DPRD Sidoarjo yang menggelar kegiatan sosial tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi momen berbagi di bulan Ramadan, tetapi juga menguatkan komitmen bersama dalam memperjuangkan akses pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan.
Ia juga menyebutkan bahwa dalam kegiatan tersebut sebanyak 125 anak yatim menerima santunan serta mengikuti kegiatan buka puasa bersama.
Melalui kegiatan sosial yang dipadukan dengan pesan penting tentang pendidikan ini, pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan berharap tidak ada lagi anak di Sidoarjo yang terhambat menempuh pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial dinilai menjadi kunci untuk memastikan pendidikan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
