Puri, Kabupaten Mojokerto – Mengawali hari dengan gerak tubuh lalu disambut layanan administrasi lengkap, begitulah semangat baru yang dihadirkan oleh Pemerintah Desa Balongmojo, Kecamatan Puri, melalui program “Senam Semangat Puri”. Kegiatan ini bukan hanya ajang olahraga bersama, tetapi juga ruang layanan terpadu yang memudahkan warga dalam mengakses berbagai keperluan administratif.
Digelar rutin setiap Jumat pagi di halaman balai desa, “Senam Semangat Puri” mempertemukan unsur kebugaran, kebersamaan, dan pelayanan publik dalam satu momentum. Pada Jumat (24/10), ratusan warga terlihat antusias mengikuti senam pagi yang kemudian dilanjutkan dengan mengurus layanan seperti pembuatan KTP digital, pembayaran PBB, perpanjangan STNK, donor darah, hingga konsultasi pernikahan.
Kepala Desa Balongmojo, A. Muslik, menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk memangkas jarak antara masyarakat dengan layanan yang selama ini dianggap rumit atau jauh.
“Diawali dengan senam, lalu kemudian dilanjutkan dengan pengurusan layanan kependudukan di balai desa,” ujar Muslik.
Ia menjelaskan, program ini melibatkan banyak mitra seperti Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Bapenda, Polsek Puri, Samsat, PMI, Puskesmas, hingga KUA. Dengan hadirnya semua layanan di satu titik, warga tak perlu lagi berpindah tempat atau menunggu terlalu lama untuk mendapat pelayanan.
Lebih dari sekadar efisiensi administratif, senam pagi juga ditujukan untuk mempererat hubungan antarwarga sekaligus membangun budaya sehat.
“Senam sehat ini bukan hanya soal olahraga, tapi juga ajang silaturahmi. Kami ingin membiasakan warga untuk bergerak aktif, sekaligus mempererat hubungan antar warga,” tambah Muslik.
Inovasi ini disambut positif oleh masyarakat karena dinilai praktis, menyenangkan, dan berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari. Tidak hanya mempercepat pengurusan dokumen, acara ini juga memberikan ruang interaksi sosial yang sehat dan produktif.
Dengan menggabungkan aspek layanan publik dan pola hidup sehat, “Senam Semangat Puri” berpotensi menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Mojokerto maupun Jawa Timur. Upaya ini membuktikan bahwa pelayanan publik bisa hadir dengan pendekatan yang menyenangkan, humanis, dan menyehatkan.
