Sidoarjo – Meskipun diguyur gerimis yang lembut, semangat untuk merayakan Hari Otonomi Daerah yang ke-XXVIII tetap menyala di Kabupaten Sidoarjo. Upacara tersebut dilaksanakan di Alun-alun Sidoarjo pada hari Kamis (25/4), dengan tema “Otonomi Daerah Berkelanjutan Menuju Ekonomi Hijau dan Lingkungan Yang Sehat”.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati, memimpin sebagai Inspektur upacara, didampingi oleh Komandan Upacara Achmad Farkan Jazuli. Meskipun hujan turun dengan gerimis yang terus-menerus, upacara tersebut tetap diikuti dengan semangat oleh sejumlah pasukan upacara, termasuk unit-unit dari berbagai instansi seperti Korsik Pemkab Sidoarjo, Kodim 0816 Sidoarjo, dan Polresta Sidoarjo.
Mengingat sejarah, pelaksanaan otonomi daerah bermula dari Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 1995. Pada saat itu, pemerintah pusat memberikan sebagian kewenangan pemerintahan kepada 26 Daerah Tingkat II percontohan. Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 1996 menetapkan tanggal 25 April sebagai Hari Otonomi Daerah.
Dalam amanatnya, Fenny Apridawati menyampaikan pesan yang tegas dari Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Tema Hari Otonomi Daerah ke-XXVIII dipilih untuk memperkuat komitmen dan tanggung jawab seluruh jajaran Pemerintah Daerah dalam membangun keberlanjutan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup di tingkat lokal, serta mempromosikan ekonomi yang ramah lingkungan.
Acara ditutup dengan penganugerahan penghargaan oleh Direktoral Jenderal Perbendaharaan kantor wilayah Provinsi Jawa Timur kepada Desa-desa dengan good governance dalam pengelolaan keuangan. Penghargaan diserahkan secara simbolis oleh Sekda Kabupaten Sidoarjo kepada para kepala desa pemenang, antara lain Desa Jemundo, Desa Keboan Anom, dan Desa Tambakoso.
Meskipun cuaca kurang bersahabat dengan gerimis yang terus menerus, semangat para peserta upacara tidak kendur. Mereka tetap melanjutkan dan menyelesaikan upacara dengan penuh semangat, menunjukkan komitmen untuk memperingati Hari Otonomi Daerah dengan khidmat dan tekad yang kuat.
