Mojokerto – Di tengah keraguan dan ketidakpastian zaman, sekelompok warga Mojokerto justru memilih untuk menyalakan harapan lewat jalur digital. Dengan mendirikan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Majapahit Mandiri, mereka mengambil langkah awal menuju pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan digital marketing yang relevan dan aplikatif.
Langkah ini dimulai dengan penyelenggaraan Workshop Digital Marketing yang dibuka untuk umum. Meskipun tema ini masih asing bagi sebagian masyarakat, antusiasme luar biasa muncul menjelang hari pelaksanaan. Hingga saat terakhir, tercatat sekitar 40 peserta mendaftar dan mengikuti pelatihan secara mandiri. Bagi penyelenggara, angka ini bukan sekadar statistik, melainkan sinyal kuat bahwa masyarakat Mojokerto siap bertransformasi.
“Kami tidak menyangka responnya akan sebesar ini. Ini jadi bukti bahwa masyarakat ingin belajar dan berkembang lewat jalur digital,” ujar salah satu pengelola LKP.
Pelatihan ini diyakini dapat menjadi solusi bagi pelaku UMKM lokal yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pemasaran. Dengan lebih dari 120 juta penduduk Indonesia yang telah terhubung ke internet, potensi ekonomi digital sangat besar jika dimanfaatkan secara optimal.
Namun di balik optimisme, tantangan juga menghadang. Persaingan antar-lembaga pelatihan, kebutuhan profesionalisme tinggi, serta keharusan untuk terus berinovasi menjadi tantangan yang disadari oleh para pengelola LKP Majapahit Mandiri. Meski demikian, semangat untuk terus maju tidak luntur.
Salah satu dukungan penting datang dari Bapak Musa, tokoh penggerak UMKM Mojokerto yang dikenal karena membina ribuan pelaku usaha, terutama kaum ibu. Ia mengirim dua perwakilan UMKM binaannya untuk ikut serta dalam pelatihan ini dan menyambut baik kolaborasi dengan LKP Majapahit Mandiri dalam pembinaan pemasaran digital ke depan.
“Kami menyambut baik inisiatif ini. Kami percaya, jika digarap serius, digitalisasi bisa membawa UMKM Mojokerto naik kelas,” kata Musa saat ditemui di sela pelatihan.
Ke depan, sinergi antara pelatihan berbasis komunitas dan semangat kemandirian diharapkan mampu menjadi model pemberdayaan masyarakat yang efektif. LKP Majapahit Mandiri ingin menjadi pusat pembelajaran digital yang membumi, aplikatif, dan berdampak langsung bagi ekonomi lokal.
Dengan semangat kebersamaan dan doa, para penggerak LKP ini berharap dapat menghadirkan perubahan nyata, menjadikan masyarakat Mojokerto lebih berdaya, mandiri, dan siap menyambut era digital dengan penuh percaya diri.
