Makassar – Perjalanan panjang Tim Sipatokkong UKM Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (KPI) Universitas Hasanuddin berbuah manis dalam Ajang Abdidaya PPK Ormawa 2025 yang digelar di Universitas Muhammadiyah Malang pada 4–6 Desember 2025. Program pengabdian yang mereka usung—“Sipatokkong: Revitalisasi Kawasan Wisata Mattabulu melalui Collaborative Governance Eppa Sulapa terhadap Ekonomi Hijau dan Pariwisata Berkelanjutan Pasca Bencana”—mengantarkan tim ini meraih tiga penghargaan bergengsi.
Prestasi tersebut mencakup medali emas kategori mitra keberlanjutan paling inovatif, medali emas bagi dosen pendamping dengan pemahaman pemberdayaan masyarakat terbaik, serta medali perak untuk tim pelaksana dengan realisasi kemitraan terkuat. Keberhasilan ini menegaskan bahwa kolaborasi lintas unsur—mahasiswa, akademisi, pemerintah desa, hingga masyarakat lokal—mampu menghasilkan dampak nyata bagi pembangunan desa.
“Terdiri satu medali emas mitra keberlanjutan paling inovatif dan satu medali emas dosen pendamping dengan pemahaman pemberdayaan masyarakat, serta satu medali perak tim pelaksana dengan realisasi kemitraan terkuat,” kata Ketua Tim, Andi Alif Raihan Analta, pada Kamis (4/12/2025).
Ia menjelaskan bahwa pengabdian empat bulan di Desa Mattabulu, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, tidak lepas dari solidaritas pemerintah desa, Pokdarwis, BUMDes, dan masyarakat. Setelah desa sempat dilanda tanah longsor pada 2024, tim mulai melakukan survei, diskusi, dan perumusan solusi sejak Desember 2024. Upaya tersebut diwujudkan dalam model pemberdayaan untuk memulihkan sektor wisata dan ekonomi masyarakat.
Keberhasilan ini juga diraih berkat kontribusi Dosen Pendamping, Muh Adnan Kasogi SSos MSi. Ia menyampaikan kebanggaannya atas penghargaan yang diterima. “Saya sangat bangga dan bersyukur atas penghargaan ini. Semoga menjadi motivasi untuk terus berkontribusi dalam pembangunan masyarakat,” tuturnya. Ia juga berpesan agar mahasiswa terus mengasah kemampuan dan ilmu pengetahuan demi menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif.
Kolaborasi itu turut diapresiasi pemerintah Desa Mattabulu. Sekretaris Desa, Abdul Kadir SIP, menyampaikan terima kasih atas kerja keras tim dalam membangkitkan kembali sektor wisata dan UMKM. “Perjuangan dari awal sangat luar biasa. Saya mengapresiasi upaya Tim Sipatokkong bersama pemerintah desa dan masyarakat hingga membawa hasil di Abdidaya Ormawa,” ujarnya pada Minggu (7/12/2025).
Ketua BUMDes Mattabulu, Aride SSos, menambahkan bahwa masyarakat merasakan perubahan signifikan berkat program pemberdayaan tersebut. “Alhamdulillah, kami puas dengan hasilnya. Anak-anak Unhas berjuang sejak awal hingga kini kami merasakan manfaatnya. Semangat terus, terus berkarya dan lebih maju,” katanya.
Tim Sipatokkong terdiri dari 15 mahasiswa Unhas dari berbagai disiplin ilmu, didampingi Muh Adnan Kasogi SSos MSi. Prestasi mereka menjadi bukti bahwa kerja kolektif mampu menciptakan dampak konkret dan mengangkat potensi desa dalam bingkai keberlanjutan.
