Samarinda – “Menjadi muda bukan alasan untuk lupa Pancasila,” ujar Sugiono, Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, saat mengingatkan pentingnya praktik nilai-nilai kebangsaan di kalangan generasi muda. Dalam pesannya, politisi PDIP itu menekankan bahwa Pancasila harus hadir bukan hanya sebagai hafalan, tapi sebagai sikap hidup.
Ia menyampaikan bahwa gotong royong, kemanusiaan, dan keadilan sosial adalah nilai-nilai dasar yang perlu dibumikan anak muda di tengah tantangan zaman yang makin kompleks, terutama di era digital yang rawan disinformasi dan perpecahan sosial.
“Pancasila jangan hanya jadi slogan. Ia harus hidup dalam sikap dan pilihan sehari-hari. Anak muda harus jadi teladan, jadi yang pertama menjaga toleransi, saling menghargai, dan peduli lingkungan,” katanya saat dihubungi melalui telephon, Rabu (4/6/2025).
Sugiono juga menyoroti dampak negatif dari media sosial yang belakangan kerap memperuncing perbedaan. Ia berharap, pemuda Kaltim tidak ikut terjerumus dalam narasi kebencian dan justru menjadi benteng terakhir penjaga keberagaman.
Menurutnya, tugas menjaga nilai Pancasila tidak bisa diserahkan pada satu pihak saja. Sekolah, orang tua, tokoh agama, hingga komunitas, semuanya harus bahu-membahu dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak dan nasionalis.
“Anak-anak kita tidak bisa dibentengi hanya dengan larangan. Mereka harus dibekali keteladanan. Pancasila bukan hanya soal lima sila, tapi tentang bagaimana kita hidup bersama dalam perbedaan,” jelasnya.
Ia mengajak para pelajar, mahasiswa, dan komunitas muda di Kalimantan Timur untuk menjadikan nilai-nilai luhur bangsa sebagai panduan hidup dan sumber kekuatan dalam berkreasi, belajar, serta membangun masa depan.
“Kalau ingin Kaltim maju, kita butuh generasi muda yang kokoh secara karakter. Dan itu, hanya bisa dicapai dengan menjadikan Pancasila sebagai landasan hidup,” tegasnya.
Sugiono menyatakan siap berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat dalam menyosialisasikan nilai-nilai Pancasila lewat program-program edukatif dan inklusif. Ia berharap, semangat ini bisa melahirkan generasi muda yang tidak hanya bangga jadi Indonesia, tapi juga siap membawa perubahan positif. (ADV).
