Bontang – Kesempatan ibarat pintu yang sebaiknya tidak cepat ditutup. Prinsip itulah yang tercermin dalam keputusan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memperpanjang masa pendaftaran program Beasiswa Uang Kuliah Tunggal (UKT). Kebijakan tersebut mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal, yang menilai langkah tersebut sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap mahasiswa yang masih membutuhkan waktu untuk melengkapi persyaratan administrasi. Menurutnya, tambahan waktu pendaftaran dapat membuka peluang lebih besar bagi mahasiswa agar tidak kehilangan kesempatan memperoleh bantuan pendidikan.
Saeful menjelaskan, keputusan memperpanjang masa pendaftaran merupakan langkah yang tepat karena masih terdapat sejumlah calon penerima yang belum menyelesaikan dokumen maupun proses administrasi. Dengan tambahan waktu hingga 28 Juli 2026, mahasiswa yang memenuhi ketentuan masih memiliki kesempatan mengajukan permohonan bantuan UKT. Kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan jumlah penerima manfaat sekaligus memastikan program bantuan pendidikan dari pemerintah dapat terserap secara optimal oleh mahasiswa yang benar-benar membutuhkan.
“Ini adalah langkah yang diperlukan, agar penerima UKT bisa maksimal. Pastinya hal seperti ini sangat saya apresiasi,” ujar Saeful Rizal saat dihubungi melalui sambungan telephon, Sabtu (18/7/2026).
Ia menilai, program beasiswa merupakan salah satu instrumen penting dalam mendukung keberlangsungan pendidikan tinggi bagi masyarakat. Karena itu, setiap kebijakan yang memberikan ruang lebih luas kepada calon penerima patut mendapat dukungan. Perpanjangan masa pendaftaran bukan sekadar tambahan waktu, tetapi juga menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan bagi generasi muda Bontang.
Meski demikian, Sekretaris Komisi A DPRD Kota Bontang tersebut mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh lamanya masa pendaftaran. Menurutnya, pemerintah juga perlu memperkuat pola penyebarluasan informasi agar masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh mengenai program tersebut. Sosialisasi yang efektif dinilai menjadi faktor penting untuk memastikan seluruh calon penerima mengetahui jadwal, syarat, serta mekanisme pendaftaran secara jelas.
“Seperti halnya sosialisasi program juga harus diperkuat, agar informasi dapat diterima secara merata oleh masyarakat,” tambahnya.
Saeful mengungkapkan, hingga kini masih terdapat mahasiswa maupun keluarga yang belum memperoleh informasi secara lengkap mengenai pelaksanaan Beasiswa UKT. Kondisi tersebut berpotensi membuat sebagian calon penerima gagal memanfaatkan program hanya karena kurangnya akses informasi. Oleh sebab itu, ia mendorong pemerintah untuk memanfaatkan berbagai media komunikasi, baik secara langsung maupun digital, sehingga informasi dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Seperti langkah-langkah sosialisasi ke depan perlu lebih masif lagi, agar lebih banyak lagi yang masyarakat tahu terkait hal seperti ini,” tambahnya.
Menurut Saeful, strategi sosialisasi yang lebih luas akan memperbesar peluang mahasiswa memanfaatkan fasilitas bantuan pendidikan yang telah disiapkan pemerintah. Selain melalui media sosial dan laman resmi pemerintah, informasi juga dapat disampaikan melalui perguruan tinggi, sekolah, kelurahan, hingga organisasi kepemudaan agar penyebarannya lebih merata. Dengan demikian, mahasiswa yang memenuhi persyaratan tidak kehilangan kesempatan hanya karena keterbatasan informasi.
Program Beasiswa UKT sendiri menjadi salah satu bentuk dukungan Pemkot Bontang dalam membantu mahasiswa menghadapi beban biaya kuliah. Kehadiran program tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah melalui akses pendidikan tinggi yang lebih terjangkau. Bantuan biaya pendidikan juga dinilai dapat mengurangi risiko mahasiswa menghentikan studi akibat kendala ekonomi.
Saeful berharap perpaduan antara kebijakan perpanjangan masa pendaftaran dan peningkatan intensitas sosialisasi mampu menghasilkan penyerapan program yang lebih maksimal. Dengan semakin banyak mahasiswa yang mengetahui dan memanfaatkan kesempatan tersebut, tujuan pemerintah dalam memperluas akses pendidikan tinggi dapat tercapai secara lebih efektif. Pada akhirnya, bantuan pendidikan diharapkan benar-benar menyentuh mahasiswa Bontang yang membutuhkan dukungan untuk melanjutkan pendidikan hingga selesai. (ADV).
